News / Internasional
Selasa, 03 Maret 2026 | 16:33 WIB
Ilustrasi - Pasukan Israel siapkan invasi darat ke Lebanon. Tank pasukan Israel terlihat di daerah dekat perbatasan utara Israel dengan Lebanon pada Kamis (27/9/2024). ANTARA FOTO/Ayal Margolin/Xinhua/Spt.
Baca 10 detik
  • Menteri Pertahanan Israel menginstruksikan militer menguasai lebih banyak posisi strategis Lebanon pasca serangan Hezbollah.
  • Militer Israel mengerahkan pasukan di Lebanon selatan sebagai langkah taktis pertahanan ke depan dan perlindungan warga sipil.
  • Hezbollah menyerang Israel sebagai balasan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, memicu serangan udara balasan Israel ke Lebanon.

Suara.com - Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan telah memerintahkan militer untuk menguasai lebih banyak posisi strategis di Lebanon menyusul serangan kelompok bersenjata pro-Iran Hezbollah.

“Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan saya telah memberi wewenang kepada Israel Defense Forces (IDF) untuk maju dan mengambil alih posisi strategis tambahan di Lebanon guna mencegah serangan terhadap komunitas perbatasan Israel,” kata Katz dalam pernyataan pada Selasa.

Pengumuman itu disampaikan di saat militer Israel menyatakan telah mengerahkan pasukan ke beberapa lokasi di Lebanon selatan sebagai langkah “pertahanan ke depan” di sepanjang perbatasan.

“Kami menempatkan tentara di area perbatasan pada titik-titik tambahan untuk melindungi warga sipil kami dan mencegah Hezbollah menyerang mereka,” ujar juru bicara militer Letnan Kolonel Nadav Shoshani kepada wartawan.

“Ini bukan operasi darat. Ini langkah taktis untuk memastikan keselamatan rakyat kami,” tambahnya.

Lebanon terseret langsung ke perang regional pada Senin setelah Hezbollah melancarkan serangan awal ke Israel. Kelompok tersebut menyatakan serangan itu sebagai aksi balasan untuk “membalas” tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Sebagai respons, Israel segera melancarkan serangan udara berskala besar ke wilayah Lebanon. Pemerintah Lebanon pada Senin juga mengumumkan larangan segera terhadap seluruh aktivitas militer Hezbollah.

Dalam pernyataan terpisah, Hezbollah mengklaim menggunakan drone serang untuk menargetkan Ramat David Airbase dan Meron Monitoring Base di Israel utara. Kelompok itu juga menyatakan menyerang Camp Yitzhak (Naffakh Base) di Dataran Tinggi Golan dengan salvo roket.

Menurut Hezbollah, serangan-serangan tersebut dilakukan “sebagai respons atas agresi kriminal Israel terhadap puluhan kota dan desa di Lebanon.”

Baca Juga: Analisis Ustaz Felix Siauw dan Ustaz Khalid Tentang Konflik Timur Tengah: Iran dan Israel Sama Saja

Sejak dini hari, kawasan pinggiran selatan Beirut dilaporkan menjadi sasaran rangkaian serangan udara Israel yang menargetkan sejumlah bangunan, setelah sebelumnya dikeluarkan peringatan evakuasi.

Langkah Israel memperluas penguasaan posisi di Lebanon menandai meningkatnya eskalasi di perbatasan utara, di tengah kekhawatiran meluasnya konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah.

Load More