- Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengajak masyarakat sipil mempererat persatuan nasional demi stabilitas pemerintahan efektif.
- Dasco menyoroti kondisi media sosial Indonesia yang tidak sehat akibat kritik tanpa dasar konstruktif serta saling menjatuhkan.
- Ia meminta publik memberikan waktu dan ruang bagi kabinet Presiden Prabowo untuk mewujudkan janji kesejahteraan rakyat.
Sebagai salah satu tokoh sentral dalam koalisi pemerintahan, Dasco menegaskan bahwa visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk menyejahterakan rakyat tidak bisa dicapai secara sepihak oleh pemerintah saja.
Dukungan moral dan stabilitas dari masyarakat sipil menjadi variabel penentu kesuksesan visi tersebut.
Ia menegaskan, persatuan nasional adalah modal utama yang dibutuhkan oleh Presiden Prabowo. Tanpa adanya sinergi antara negara dan rakyat, janji-janji politik akan sulit terealisasi di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
"Kalau kita tanya, Prabowo hanya perlu satu persatuan nasional baik dalam mengkritisi, baik dalam memberikan ide maupun kemudian subangsih yang nyata," katanya.
Dasco menyatakan, pemerintah tidak menutup diri dari kritik. Baginya, kritik adalah bagian penting dari demokrasi, asalkan penyampaiannya didasari oleh rasa nasionalisme dan niat baik untuk memperbaiki keadaan, bukan untuk menciptakan kegaduhan yang tidak produktif.
Memberikan Ruang dan Waktu bagi Pemerintah
Lebih lanjut, Dasco melayangkan sebuah pertanyaan retoris sekaligus tantangan bagi masyarakat sipil.
Ia meminta publik untuk memberikan ruang dan waktu yang cukup bagi kabinet Presiden Prabowo untuk membuktikan kinerja mereka.
Kepercayaan publik yang stabil diyakini akan mempercepat proses eksekusi kebijakan yang berkaitan langsung dengan ekonomi dan kesejahteraan rakyat banyak.
Baca Juga: Bocah SD 'Roasting' Prabowo Subianto Pakai Istilah Politik Sensitif, Antek Asing Ikut Diucap
"Saya justru akan bertanya kepada kawan-kawan sekalian, berapa lama kawan-kawan masyarakat sipil memberikan persatuan nasional kepada Prabowo agar dia punya waktu untuk bisa mewujudkan janji-janjinya buat kesejahteraan rakyat," tegas Dasco.
Tag
Berita Terkait
-
Bocah SD 'Roasting' Prabowo Subianto Pakai Istilah Politik Sensitif, Antek Asing Ikut Diucap
-
Ramadan dan Seni Menahan Jari di Media Sosial, Siap Puasa Digital?
-
Prabowo dan Pemimpin Pakistan Akan Terbang ke Teheran, Misi Juru Damai Didukung Timur Tengah?
-
Diprotes Ulama, Prabowo Tetap Pertahankan Keanggotaan RI di Board of Peace, Mengapa?
-
FPI Layangkan Surat Resmi, Desak Presiden Prabowo Tarik Indonesia dari Board of Peace
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
Terkini
-
Harga Sembako Naik Jelang Idul Fitri? Pemkab Bekasi Akan Gelar Operasi Pasar
-
Perkuat Kemitraan Strategis, UPH Gelar Media Gathering 2026 Bersama Puluhan Media Nasional
-
Investasi Kabupaten Serang Tembus Rp21,5 T, Ratu Zakiyah Diganjar Award Kepala Daerah Inovatif
-
Inovasi Teknologi Canggih Singapore Airlines Menjawab Tantangan Perubahan Iklim Dunia
-
Ahli BPK Bongkar Dugaan Penyimpangan di Sidang Praperadilan Kasus Kuota Haji
-
Jaksa Dilarang Kasasi, Menko Yusril Nyatakan Nasib Delpedro Cs Kini Final Setelah Putusan PN Jakpus
-
Dibongkar Bahlil, Ini Alasan Golkar Yakin Prabowo Mampu Jadi Mediator Konflik Timur Tengah
-
Gempur Lapangan Padel Bodong, Pemprov DKI Segel 206 Lokasi
-
Prabowo Diteriaki 'Penakut' oleh Massa Aksi Demonstrasi Tolak BoP
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat