News / Nasional
Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:02 WIB
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington D.C. [Kemenko Perekonomian]
Baca 10 detik
  • Pengamat Timur Tengah, Faisal Assegaf, mengkritik sikap pemerintah Indonesia karena belum mengecam serangan AS dan Israel terhadap Pemimpin Tertinggi Iran.
  • Faisal menilai kebijakan luar negeri Presiden Prabowo keliru, mencontohkan pidato PBB tentang keamanan Israel dan keikutsertaan dalam Dewan Perdamaian Trump.
  • Menurut pengamat, serangan terhadap Iran dapat memperkuat solidaritas domestik Iran, sementara pemerintahan tetap berjalan meski pemimpin tertinggi meninggal dunia.

Ia menambahkan, meski menghadapi embargo sejak 1979, Iran tetap mampu mengembangkan kekuatan militernya secara mandiri, termasuk teknologi rudal dan pesawat nirawak.

Di sisi lain, Faisal menyebut sistem pemerintahan Iran tetap berjalan meski pemimpin tertinggi wafat karena terdapat mekanisme kepemimpinan sementara yang dipegang presidium yang terdiri dari presiden, ketua mahkamah agung, dan ulama yang ditunjuk.

Faisal menambahkan, sikap Indonesia yang belum menyampaikan kecaman dalam situasi tersebut berpotensi menimbulkan persepsi bahwa Indonesia tidak sepenuhnya independen dalam menentukan sikap politik luar negeri.

Load More