- Sabtu (7/3/2026), serangan besar rudal dan drone Iran meluas menghantam Dubai, Doha, dan Manama, meningkatkan eskalasi konflik Teluk.
- Presiden Iran meminta maaf namun segera melanjutkan serangan ke fasilitas Teluk pendukung musuh, kontradiksi diplomatik signifikan.
- UEA menyatakan diri dalam status perang setelah serangan intensif; Kuwait kurangi produksi minyak karena ancaman keamanan vital.
Rekaman video yang telah diverifikasi juga menunjukkan suara drone yang diikuti ledakan di dekat area terminal. Terkait hal ini, pemerintah memberikan penjelasan bahwa telah terjadi "insiden kecil yang diakibatkan oleh jatuhnya puing-puing setelah pencegatan" tanpa merinci lokasi spesifik bandara, serta menyatakan tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut.
Data Statistik Serangan dan Pencegatan
Berdasarkan data dari Kementerian Pertahanan UEA, intensitas serangan Iran kali ini mencapai angka yang sangat tinggi.
Dari total 16 rudal balistik yang ditembakkan ke wilayah UEA pada hari Sabtu, sebanyak 15 berhasil dicegat dan satu jatuh di laut.
Sementara itu, dari 121 drone yang terdeteksi masuk ke ruang udara UEA, sebanyak 119 berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara, sedangkan dua lainnya jatuh di daratan.
Secara akumulatif sejak perang pecah pekan lalu, UEA telah mendeteksi total 221 rudal balistik yang mengarah ke wilayah mereka.
Jumlah penggunaan pesawat tanpa awak atau drone bahkan telah melampaui angka 1.300 unit, menjadikan UEA sebagai negara Teluk yang paling sering menjadi target serangan dalam konflik ini.
Serangan Meluas ke Arab Saudi dan Kuwait
Selain UEA, Arab Saudi juga melaporkan adanya serangan yang menyasar fasilitas militer dan energi. Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan telah menghancurkan tiga rudal balistik yang diarahkan ke Pangkalan Udara Prince Sultan, yang merupakan lokasi penempatan pasukan Amerika Serikat.
Baca Juga: Timur Tengah Memanas, Panglima TNI Perintahkan Prajurit Siaga 1
Di saat yang sama, militer Saudi menembak jatuh 17 drone yang terbang di atas ladang minyak Shaybah di wilayah tenggara.
Di Kuwait, otoritas militer melaporkan telah mencegat tujuh drone sejak fajar pada hari Sabtu. Meskipun serangan tersebut diklaim hanya menyebabkan kerusakan material akibat jatuhnya serpihan, pemerintah tetap mengambil langkah waspada dengan mengurangi produksi minyak mentah.
Kebijakan ini diambil karena adanya ancaman nyata terhadap Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang menjadi titik transit utama ekspor energi dunia.
Sementara itu, Bahrain melaporkan telah mencegat 92 rudal dan 151 drone sejak awal konflik yang mereka sebut sebagai "agresi brutal Iran."
Tuduhan Serangan Langsung ke Yordania
Ketegangan tidak hanya terbatas pada negara-negara di pesisir Teluk. Yordania, yang berada di bagian utara, secara terang-terangan menuduh Iran melakukan serangan langsung ke wilayah kedaulatan mereka.
Militer Yordania mencatat ada sekitar 119 rudal dan drone yang ditembakkan ke arah mereka dalam sepekan terakhir.
Juru bicara militer Yordania, Brigadir Jenderal Mustafa Hayari, menegaskan bahwa proyektil-proyektil tersebut tidak sekadar melintas menuju target lain, melainkan sengaja diarahkan ke instalasi di dalam negeri.
Dalam penjelasannya, Hayari menyatakan, "Rudal dan drone ini menargetkan instalasi vital di dalam Jargon dan tidak melewati wilayah kami." Pernyataan ini menambah daftar panjang negara-negara di kawasan yang kini berada dalam posisi bersitegang langsung dengan kekuatan militer Iran.
Berita Terkait
-
Timur Tengah Memanas, Panglima TNI Perintahkan Prajurit Siaga 1
-
Radar THAAD di Yordania Hancur, Kerugian AS Tembus Rp 33,8 Triliun
-
Defisit APBN Tembus Rp 135 Triliun, Program-program Ini Terancam Kena Dampak
-
Profil Qatar Airways: Maskapai Cetak Rekor Laba Fantastis, Kini Tertekan Perang
-
Krisis Ekologi yang Terabaikan di Balik Rudal Perang AS-Israel dan Iran
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Menteri PPPA dan Selvi Ananda Kompak Tekankan Peran Keluarga dalam Mendidik Anak
-
Bupati Kuansing Diduga 'Rampok' Hak Petani untuk Disetorkan ke Menhut Raja juli
-
Dibutuhkan 90 Perawat, Apoteker untuk Fasilitas Kesehatan BLUD di Riau
-
"Bisa Aja Lo!" Kelakar Prabowo soal MBG 'Mas Bahlil Ganteng'
-
Gerai Minuman Teh Menjamur di Pinggir Jalan, Bagaimana Prospek Bisnisnya?
-
Siswi Indonesia Raih Beasiswa Jadi Delegasi Simulasi Sidang PBB Internasional
-
Bupati Serang Dukung Pembatasan Media Digital Usia Bawah 16 Tahun
-
Cak Imin Merasa 'Terancam' Bahlil: Gawat Ini Banyak Penggemarnya
-
Kepuasan Publik ke Dedi Mulyadi Tembus 95,4 Persen, Meski Program Unggulan Belum Populer
-
Beli Sunscreen Kahf Online Original Hanya di Blibli