- Serangan udara diduga dilakukan oleh militer AS terhadap Sekolah Dasar Minab, Iran, menyebabkan kematian 168 orang.
- Presiden Trump menolak tanggung jawab dan justru menyalahkan kebijakan provokatif pemerintah Iran atas eskalasi tersebut.
- Iran membantah tuduhan Trump, menyebutnya upaya menutupi kejahatan perang, dan menuntut pertanggungjawaban internasional atas korban sipil.
"Ini adalah tindakan agresi yang tidak bisa dibenarkan terhadap anak-anak kami yang sedang belajar," tegas pejabat pemerintah Iran dalam pernyataan resminya.
Kutipan ini mencerminkan kemarahan mendalam yang dirasakan oleh publik Iran atas tragedi di Minab.
Bagi masyarakat internasional, terutama di kota-kota besar Indonesia yang memantau isu geopolitik, insiden ini dipandang sebagai kegagalan besar dalam perlindungan hak asasi manusia di wilayah konflik.
Secara teknis militer, dugaan penggunaan drone atau rudal presisi oleh AS dalam serangan ini sedang dianalisis oleh para pakar pertahanan.
Trump tetap pada pendiriannya bahwa kebijakan "tekanan maksimum" terhadap Iran adalah langkah yang benar untuk meredam pengaruh Teheran di kawasan tersebut.
"Kami tidak akan mundur dari komitmen kami untuk memastikan keamanan kawasan, dan Iran harus berhenti menggunakan warga sipil sebagai tameng," tambah Trump dalam pidato lanjutannya.
Namun, dalam kasus SD Minab, bukti-bukti di lapangan sejauh ini menunjukkan bahwa lokasi tersebut adalah sekolah aktif yang penuh dengan aktivitas belajar mengajar.
Reaksi global terus mengalir, dengan banyak negara mendesak adanya gencatan senjata dan dialog segera guna menghindari perang terbuka yang lebih luas.
Para analis politik berpendapat bahwa sikap Trump yang menyalahkan Teheran adalah strategi untuk menghindari tekanan domestik dan internasional yang mungkin muncul akibat jatuhnya korban anak-anak dalam jumlah besar.
Baca Juga: Timur Tengah Memanas, Panglima TNI Perintahkan Prajurit Siaga 1
Di sisi lain, Iran kemungkinan besar akan menggunakan insiden ini untuk menggalang dukungan dari negara-negara sekutunya dan meningkatkan sentimen anti-Amerika di seluruh dunia.
Berita Terkait
-
Timur Tengah Memanas, Panglima TNI Perintahkan Prajurit Siaga 1
-
Radar THAAD di Yordania Hancur, Kerugian AS Tembus Rp 33,8 Triliun
-
Defisit APBN Tembus Rp 135 Triliun, Program-program Ini Terancam Kena Dampak
-
Profil Qatar Airways: Maskapai Cetak Rekor Laba Fantastis, Kini Tertekan Perang
-
Krisis Ekologi yang Terabaikan di Balik Rudal Perang AS-Israel dan Iran
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
Terkini
-
Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?
-
Aiptu YS Diduga Jadi Broker Proyek Rp16 M di Bekasi, IPW Desak PTDH dan Tersangka
-
'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran
-
Singgung Kasus Rocky Gerung, Todung Tak Yakin Saiful Mujani Berakhir di Pengadilan
-
Perintah 'Tembak Mati' Donald Trump: Selat Hormuz di Ambang Perang Terbuka!
-
Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Penyimpangan dan Pengelolaan Tambang
-
Bantargebang di Ambang Kolaps, DPRD DKI Desak Strategi Pengelolaan Sampah Segera Dieksekusi
-
Dikaitkan dengan Kasus Kuota Haji, Khalid Basalamah Tegaskan Tak Pernah Interaksi dengan Gus Yaqut
-
Gus Lilur Gaungkan 'Abuktor' di Muktamar NU 2026: Syarat Mutlak Pemimpin PBNU Bebas Korupsi
-
Hari Bumi: BNI Rehabilitasi 50 Hektare Mangrove di Banyuwangi, Berikan Dampak Ekonomi ke 5.000 Warga