- Komika Pandji Pragiwaksono diperiksa Bareskrim Polri pada Senin (9/3/2026) mengenai dugaan ujaran kebencian bermuatan SARA.
- Pemeriksaan lanjutan ini difokuskan untuk mengetahui kelanjutan sidang adat yang telah dijalani Pandji di Toraja sebelumnya.
- Penyidik mempertimbangkan hasil sidang adat Toraja sejalan dengan penerapan *living law* dalam proses penyidikan nasional.
Suara.com - Komika Pandji Pragiwaksono kembali mendatangi Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan lanjutan terkait kasus dugaan ujaran kebencian bermuatan SARA terhadap masyarakat Toraja, Senin (9/3/2026).
Pandji terlihat tiba di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan sekitar pukul 10.10 WIB. Ia datang seorang diri tanpa didampingi kuasa hukumnya, Haris Azhar.
Menurut Pandji, pemeriksaan kali ini difokuskan pada kelanjutan sidang adat yang telah ia jalani di Toraja sekitar dua pekan lalu.
"Mungkin teman-teman dari Bareskrim ingin tahu kelanjutan dari sidang adat di Toraja yang kemarin saya lakukan sekitar 2 minggu yang lalu. Jadi pemeriksaannya sekitar itu kurang lebih," ujar Pandji.
Terkait kemungkinan penyelesaian perkara melalui mekanisme restorative justice, Pandji berharap proses tersebut dapat mempertimbangkan sidang adat yang telah ia tempuh.
"Ini yang diharapkan sama saya dan kuasa hukum saya, Haris Azhar. Jadi nanti kita lihat aja," katanya.
Pertimbangkan Sidang Adat
Pemeriksaan hari ini menjadi lanjutan penyidikan yang dilakukan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri atas dugaan penghinaan terhadap masyarakat Toraja.
Kasubdit I Dittipid Siber Bareskrim Polri Kombes Rizki sebelumnya menyatakan pemeriksaan lanjutan terhadap Pandji telah dijadwalkan sejak pekan lalu.
Baca Juga: Babak Baru Kasus Toraja, Pandji Pragiwaksono Kembali Diperiksa Bareskrim Hari Ini!
“Hari Senin,” kata Rizki saat dikonfirmasi, Jumat (6/3/2026).
Menurut Rizki, pemeriksaan dijadwalkan sekitar pukul 10.00 WIB, namun penyidik tetap menyesuaikan dengan kehadiran Pandji.
Pandji sebelumnya telah menjalani pemeriksaan perdana pada Senin, 2 Februari 2026. Saat itu ia mengaku harus menjawab puluhan pertanyaan penyidik terkait materi stand up comedy yang dilaporkan.
“Seputar materi stand up saya, materi dalam video saya,” kata Pandji usai pemeriksaan saat itu.
Dalam proses penyidikan, Bareskrim juga mempertimbangkan hasil sidang adat yang telah dijalani Pandji di Toraja.
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Himawan Bayu Aji mengatakan langkah tersebut berkaitan dengan penerapan living law atau hukum yang hidup di masyarakat yang berjalan beriringan dengan hukum pidana nasional.
Berita Terkait
-
Babak Baru Kasus Toraja, Pandji Pragiwaksono Kembali Diperiksa Bareskrim Hari Ini!
-
Bareskrim Polri Kembali Periksa Pandji Pragiwaksono Terkait Kasus Toraja Senin Depan!
-
Pandji Pragiwaksono di Aksi Kamisan: Delpedro Cs Harusnya Tidak Perlu Diperkarakan
-
Berandai Anaknya Naksir Verrell Bramasta, Rindradana: Salah Didik Saya
-
Status Hukum Masih Dikaji, Bareskrim Pertimbangkan Sidang Adat Toraja dalam Kasus Pandji
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
Terkini
-
Tragis! Bayi Kembar Jadi Korban Kekejaman Pemukim Israel di Tepi Barat Palestina
-
PKB: Usul KPK Soal Capres-Cawapres Wajib Kader Partai 'Pikiran Menarik'
-
Mengenal Amal Khalil, Jurnalis Pemberani yang Dibunuh Israel di Lebanon
-
Pungli Berjamaah di Dinas ESDM Jatim: 19 Pegawai Kembalikan Duit 'Panas' Rp707 Juta ke Jaksa
-
Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina
-
Berlabel Pupuk! Polisi Sita 1,9 Ton Sianida Asal Filipina dari Kapal yang Kandas di Gorontalo
-
Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro
-
Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026
-
Kenapa Indonesia Tidak Bisa Pungut Tarif di Selat Malaka, Akal-akalan Malaysia atau Tabrak Hukum?
-
263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!