News / Internasional
Selasa, 10 Maret 2026 | 09:29 WIB
Mantan Kepala Staf Angkatan Udara, Chappy Hakim. (tangkap layar Youtube)
Baca 10 detik
  • Penghentian konflik AS-Israel-Iran sangat bergantung pada keputusan Donald Trump, Netanyahu, dan masyarakat Amerika.
  • Konflik ini berawal dari keinginan Israel memusnahkan senjata nuklir di kawasan Timur Tengah demi keamanan.
  • Masyarakat Amerika memiliki kekuatan besar melalui tekanan publik untuk menghentikan keterlibatan militer dalam perang.

Polarisasi di Era Media

Namun Chappy mengakui bahwa kondisi masyarakat global saat ini berbeda dibandingkan masa lalu. Perkembangan teknologi media membuat opini publik semakin terpolarisasi, baik di Amerika Serikat, Israel, maupun negara lain.

“Karena dunia media sudah begitu high tech, Pak. Jadi tidak hanya Amerika nih, kita pun terbelah-belah semuanya,” ujarnya.

Ia menilai arus informasi yang begitu cepat sering kali membuat masyarakat kesulitan membedakan antara fakta dan opini.

“Kita berada di abad media yang begitu menyesatkan sehingga kita tidak tahu lagi mana yang benar mana yang salah,” pungkas Chappy.

Menurutnya, situasi global saat ini ibarat sebuah orkestra tanpa konduktor, di mana setiap aktor bergerak tanpa koordinasi yang jelas. Tanpa kepemimpinan yang mampu menyatukan arah, konflik berpotensi terus berlanjut dan sulit mencapai harmoni dalam hubungan internasional.

Reporter: Dinda Pramesti K

Load More