- Penghentian konflik AS-Israel-Iran sangat bergantung pada keputusan Donald Trump, Netanyahu, dan masyarakat Amerika.
- Konflik ini berawal dari keinginan Israel memusnahkan senjata nuklir di kawasan Timur Tengah demi keamanan.
- Masyarakat Amerika memiliki kekuatan besar melalui tekanan publik untuk menghentikan keterlibatan militer dalam perang.
Suara.com - Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Chappy Hakim menilai bahwa penghentian konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran sangat bergantung pada keputusan para pemimpin politik serta tekanan publik. Ia menyebut ada tiga aktor utama yang dapat menentukan berhentinya perang tersebut.
“Yang menghentikan ini tiga orang. Dua orang sama satu masyarakat. Donald Trump, Netanyahu sama rakyat Amerika,” ujar Chappy dalam kanal YouTube Rhenald Kasali, dikutip pada Senin (9/3/2026).
Menurut Chappy, dalam dinamika konflik yang berkembang saat ini, Iran justru lebih berperan sebagai objek dari konstelasi politik dan militer yang lebih besar.
“Enggak. Iran tuh objek, Pak,” kata Chappy ketika menanggapi pertanyaan mengenai peran Iran dalam menghentikan perang.
Kepentingan Nuklir Israel
Chappy menjelaskan bahwa konflik yang berkembang tidak terlepas dari kekhawatiran Israel terhadap potensi kepemilikan senjata nuklir oleh negara-negara di kawasan Timur Tengah. Ia menyebut kebijakan keamanan Israel sangat tegas dalam mencegah negara lain memiliki kemampuan nuklir.
“Karena perang ini berawal dari keinginan Netanyahu, dari keinginan Israel untuk memusnahkan semua senjata nuklir. Dia tidak ingin negara-negara di sekeliling itu mempunyai senjata nuklir,” kata Chappy.
Ia menambahkan bahwa Israel bahkan bersikap agresif terhadap negara yang dianggap berpotensi mengembangkan senjata nuklir.
“Tidak hanya tidak ingin punya senjata nuklir, gejala pengen punya aja dia sikat,” ujarnya.
Baca Juga: Jamu Lionel Messi di Gedung Putih, Donald Trump Justru Puji Cristiano Ronaldo
Dalam konteks tersebut, hubungan antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut menjadi faktor penting dalam eskalasi konflik. Chappy menilai kerja sama kedua pemimpin tersebut dapat mendorong keterlibatan militer Amerika dalam operasi terhadap Iran.
Tekanan Publik Amerika
Selain keputusan para pemimpin politik, Chappy menilai masyarakat Amerika juga memiliki pengaruh besar dalam menentukan arah kebijakan perang. Dalam sistem demokrasi, tekanan publik dapat memaksa pemerintah menghentikan konflik.
Ia mencontohkan pengalaman sejarah ketika masyarakat Amerika menolak keterlibatan militer dalam Perang Vietnam.
“Masyarakat Amerika yang sistem pemerintahannya demokratis, itu telah membuktikan dirinya bahwa mereka bisa menghentikan perang,” katanya.
Ia menambahkan, “Contoh yang paling ekstrem, yang paling nyata, yang paling loud and clear adalah Perang Vietnam. Itu masyarakatnya nggak mau anak-anaknya mati konyol.”
Berita Terkait
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
Terkini
-
Pelaku Perampokan Sadis yang Tewaskan Pensiunan JICT di Bekasi Ditangkap!
-
Bukan Nuklir, Senjata Paling Mematikan Perang AS-Iran Ini Bisa Bikin Dunia Hancur
-
Gerak Cepat Jenderal Maruli, TNI AD Bangun 40 Jembatan di Aceh, Ini Lokasi Lengkapnya
-
Trump Klaim Perang AS-Israel vs Iran Segera Usai, Sebut Militer Iran Nyaris Lumpuh
-
Gebrakan Sahroni Usai Aktif Lagi di DPR, Tak Akan Terima Gaji dan Akan Didonasikan ke...
-
Pentagon Umumkan Korban Tewas di Perang Iran, Menhan: Akan Banyak Warga AS Pulang dengan Peti Mati
-
Apa Itu Rudal Tomahawk? Senjata Jarak Jauh yang Tewaskan Ratusan Anak di iran
-
Kronologis Lengkap Penumpang Muslim Ditangkap SWAT Gegara Timer Buka Puasa di Kabin Pesawat
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Alert! Perang AS-Israel vs Iran Dorong Harga BBM, Listrik, dan KPR di Sini Meroket