-
Kecerdasan buatan mempercepat proses serangan militer terhadap Iran melampaui kecepatan berpikir manusia.
-
Penggunaan Claude AI oleh Pentagon memicu perdebatan mengenai etika pengambilan keputusan otomatis.
-
Serangan kilat di Iran menyebabkan korban sipil dan memicu kecaman dari pihak PBB.
Craig Jones yang merupakan ahli geografi politik menjelaskan bahwa efisiensi waktu ini sangat mengubah peta konflik.
"Jadi, Anda memiliki skala dan kecepatan, Anda melakukan serangan gaya pembunuhan sambil sekaligus melumpuhkan kemampuan rezim untuk merespons dengan semua rudal balistik udara."
Sistem berbasis algoritma terbaru memiliki kemampuan luar biasa dalam membedah data informasi berskala raksasa.
Data yang dikelola mencakup rekaman kamera drone hingga hasil penyadapan saluran telekomunikasi internasional.
Teknologi milik Palantir menggunakan metode pembelajaran mesin untuk menyusun prioritas sasaran secara otomatis.
Mesin juga mampu merekomendasikan jenis persenjataan yang paling efektif berdasarkan catatan kinerja masa lalu.
Evaluasi mengenai dasar hukum sebuah serangan bahkan kini bisa dilakukan melalui sistem penalaran otomatis.
Profesor David Leslie memberikan peringatan keras mengenai potensi munculnya fenomena pelepasan tanggung jawab kognitif pada manusia.
Kondisi ini terjadi saat pengambil keputusan merasa tidak lagi terikat dengan dampak nyata dari serangan tersebut.
Baca Juga: Erdogan Peringatkan Presiden Iran Usai Rudal Balistik Masuk Wilayah Turki
Delegasi pemikiran kepada mesin dianggap bisa mengaburkan sisi moralitas dalam setiap tindakan kekerasan bersenjata.
Media pemerintah di Iran baru saja mengabarkan jatuhnya korban jiwa sebanyak 165 orang akibat serangan rudal.
Banyak di antara korban yang kehilangan nyawa dalam insiden di sekolah tersebut adalah anak-anak kecil.
Lokasi ledakan dilaporkan berada sangat dekat dengan area barak militer di wilayah selatan Iran.
Pihak PBB memberikan pernyataan bahwa kejadian ini merupakan bentuk pelanggaran berat terhadap hukum humaniter.
Militer Amerika Serikat kini tengah melakukan penelusuran lebih lanjut terkait laporan jatuhnya korban sipil tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial
-
Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana
-
BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Tekankan Pentingnya Jaga Data Pribadi
-
AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional
-
Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat
-
Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP
-
Tak Percaya Peradilan Militer, Pihak Andrie Yunus Tolak Hadiri Persidangan 29 April