-
Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz jika serangan Amerika dan Israel terus berlanjut.
-
Donald Trump menjanjikan serangan 20 kali lebih kuat jika blokade minyak benar-benar terjadi.
-
Konflik ini memicu lonjakan harga minyak dunia dan kekhawatiran krisis ekonomi global.
Ia menegaskan tidak akan menoleransi tindakan apa pun yang mengganggu stabilitas pasokan energi bagi negara-negara di dunia.
Peringatan ini menjadi sinyal kuat bahwa Washington tidak ragu melakukan konfrontasi fisik secara besar-besaran di wilayah perairan.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang mengangkut sekitar seperlima dari total kebutuhan minyak di seluruh bumi.
Kondisi keamanan di ibu kota Iran dilaporkan memburuk setelah fasilitas kilang minyak utama mengalami kerusakan akibat serangan.
Asap tebal terlihat menyelimuti langit Teheran yang menunjukkan betapa seriusnya dampak dari eskalasi militer yang terjadi sekarang.
Di saat yang sama, militer Israel juga dilaporkan memperluas jangkauan operasi mereka hingga ke wilayah Beirut, Lebanon.
Operasi gabungan ini disebut sebagai tindakan balasan atas aktivitas milisi yang terus mengancam keamanan wilayah perbatasan Israel.
Kehancuran infrastruktur di berbagai titik strategis telah menyebabkan krisis kemanusiaan yang semakin mendalam bagi penduduk lokal di sana.
"Setidaknya 1.332 warga sipil Iran telah terbunuh dan ribuan lainnya luka-luka sejak AS dan Israel meluncurkan rentetan serangan udara dan rudal di seluruh Iran," tulis laporan IRGC.
Baca Juga: Rudal dan Drone Iran Bikin Donald Trump Ketar-ketir, Jarak Terbang di Luar Nalar
Dampak dari ancaman keamanan ini membuat operasional kapal tanker terhenti total selama lebih dari satu minggu.
Banyak perusahaan produsen minyak terpaksa menghentikan proses pemompaan karena tangki penyimpanan sudah mencapai kapasitas maksimalnya.
Ketidakpastian ini memicu lonjakan harga minyak mentah jenis Brent yang sempat meroket hingga hampir tiga puluh persen.
Fluktuasi harga energi ini menjadi perhatian utama pasar keuangan dunia karena berpotensi memicu inflasi global yang tidak terkendali.
Pemerintah Amerika Serikat kini menghadapi tekanan internal akibat meroketnya harga bahan bakar di stasiun pengisian kendaraan.
Masalah ekonomi ini menjadi sangat sensitif mengingat momentum politik pemilihan paruh waktu yang akan segera berlangsung.
Warga Amerika mulai mempertanyakan efektivitas dan urgensi dari keterlibatan militer dalam konflik yang terjadi di Timur Tengah.
Banyak pihak merasa khawatir bahwa biaya hidup akan terus membengkak jika peperangan ini tidak segera menemukan jalan keluar.
Ketidakpuasan publik ini tercermin dalam berbagai survei yang menunjukkan rendahnya tingkat persetujuan terhadap langkah militer yang diambil pemerintah.
Hingga kini, komunitas internasional masih memantau dengan saksama setiap pergerakan armada militer di sekitar kawasan Selat Hormuz.
Pasar saham dunia tetap bergerak volatil mengikuti setiap pernyataan yang dikeluarkan oleh para pemimpin negara yang bertikai.
Risiko konfrontasi langsung antara kekuatan besar dunia kini menjadi ancaman nyata yang membayangi stabilitas keamanan internasional secara menyeluruh.
Masa depan pasokan energi global kini bergantung pada keputusan strategis yang akan diambil oleh Teheran dan Washington.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Karena Buru-buru Sudah Malam, Alasan Kejagung Tak Pakaikan Rompi Pink ke Febrie Adriansyah
-
Dua Kata Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Masuk ke Rutan KPK Tanpa Pakai Rompi Pink
-
Budget 4 Jutaan? 5 HP Gaming Ini Bisa Push Rank Tanpa Lag
-
Kejagung Tahan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah di Rutan KPK
-
Film Istimewa Hadirkan Anak Disabilitas sebagai Tokoh Utama
-
Riset Economist Enterprise: Integrasi Self-Care ke Sistem Kesehatan Perlu Diperkuat
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia