News / Internasional
Selasa, 10 Maret 2026 | 16:42 WIB
Dua pria muda ditangkap setelah melempar bom rakitan di dekat kediaman resmi Wali Kota New York, Gracie Mansion. [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Dua pemuda dari Pennsylvania, Emir Balat dan Ibrahim Kayumi, ditangkap karena melempar bom rakitan di dekat Gracie Mansion.
  • Aksi teror yang terinspirasi ISIS ini terjadi pada Sabtu (7/3) saat demonstrasi tandingan anti-rasisme di Manhattan.
  • Tersangka menghadapi lima dakwaan federal serius, termasuk dukungan material kepada ISIS dan penggunaan senjata pemusnah massal.

Wali Kota New York Zohran Mamdani, wali kota Muslim pertama di kota itu, menegaskan pelaku akan diproses hukum.

“Siapa pun yang datang ke New York untuk membawa kekerasan ke jalan-jalan kami akan dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum,” ujarnya.

Insiden terjadi di tengah demonstrasi anti-Muslim bertajuk “Stop the Islamic Takeover of New York City” yang diselenggarakan oleh aktivis sayap kanan.

Aksi tersebut memicu demonstrasi tandingan dari kelompok aktivis yang menolak rasisme.

Menurut dokumen penyelidikan, setelah ditangkap Kayumi sempat ditanya oleh seseorang di kerumunan mengenai motif serangan tersebut.

Ia menjawab singkat, “ISIS,” sebagaimana terekam kamera tubuh polisi.

Wali Kota Mamdani menegaskan bahwa kebebasan berpendapat tetap harus dilindungi meski aksi tersebut memicu kemarahan publik.

“Ini masyarakat bebas. Hak untuk protes damai adalah milik semua orang, termasuk mereka yang tidak kita setujui,” katanya.

Polisi New York menyebut ini adalah insiden bom rakitan pertama di kota tersebut sejak 2017, ketika seorang pelaku meledakkan bom buatan sendiri di dekat Terminal Bus Port Authority di Manhattan.

Baca Juga: Terkuak! Siswa SMAN 72 Jakarta Siapkan 7 Peledak, Termasuk Bom Sumbu Berwadah Kaleng Coca-Cola

Kontributor: Azka Putra

Load More