- Terduga pelaku peledakan SMAN 72 dipindahkan ke RS Polri untuk memudahkan penyidik menggali informasi setelah kondisinya sadar dan membaik
- Identitas pelaku dirahasiakan secara ketat oleh pihak kepolisian karena statusnya sebagai anak di bawah umur yang berhadapan dengan hukum, sesuai amanat undang-undang
- Otoritas penanganan pelaku kini sepenuhnya berada di tangan kepolisian, sementara Kemendikdasmen memprioritaskan pemulihan kondisi mental para korban ledakan
Suara.com - Teka-teki di balik insiden peledakan di SMAN 72 Jakarta memasuki babak baru. Terduga pelaku, yang ternyata masih berusia di bawah 18 tahun, secara diam-diam dipindahkan dari Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) ke RS Polri Kramat Jati.
Pihak kepolisian menyebut langkah ini strategis untuk mempercepat pengungkapan motif di balik teror yang menggegerkan dunia pendidikan tersebut.
Langkah pemindahan ini dilakukan seiring membaiknya kondisi terduga pelaku yang kini telah sadar. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan bahwa pemindahan ini bertujuan untuk memudahkan tim penyidik menggali keterangan kunci.
"Memudahkan juga penyidik untuk bisa mendalami informasi, karena yang bersangkutan sudah dalam kondisi sadar, apabila dalam perkembangan kondisi kesehatan semakin baik, itu akan lebih memudahkan penyidik untuk meminta keterangan," kata Kombes Pol Budi Hermanto saat ditemui di Jakarta, sebagaimana dilansir Antara, Senin (10/11/2025).
Lebih dari sekadar penanganan medis, Polda Metro Jaya telah membentuk tim terpadu yang akan menangani kondisi psikis pelaku. Mengingat statusnya sebagai anak yang berhadapan dengan hukum, perlakuan khusus menjadi prioritas utama.
Polisi dengan tegas meminta semua pihak untuk tidak menyebarkan identitas asli pelaku demi melindungi hak-haknya sesuai amanat undang-undang.
"Kita harus menjaga identitas, ada perlakuan khusus terhadap anak tersebut, makanya kami juga mengimbau untuk kita bersama-sama tidak menuliskan, nama asli dari orang yang kita maksud," tegas Budi.
Ia juga menambahkan bahwa latar belakang keluarga terduga pelaku berasal dari kalangan sipil atau swasta.
Sebelumnya, kabar pemindahan ini pertama kali dikonfirmasi oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu'ti, saat hendak menjenguk pelaku di RSIJ. Namun, kunjungannya terpaksa dibatalkan karena pelaku sudah berada di bawah penanganan kepolisian.
Baca Juga: Terungkap! Sebelum Ledakan di SMAN 72, Pelaku Tinggalkan Pesan Misterius di Dinding Kelas
“Terduga pelaku sudah tidak di sini. Jadi, sudah dipindahkan di Rumah Sakit Polri sehingga kami harus koordinasi dengan Kapolri untuk bertemu,” kata Abdul Mu'ti di RSIJ, Cempaka Putih, Jakarta, pada Minggu (9/11).
Dengan pemindahan ini, otoritas penuh atas penanganan terduga pelaku kini berada di tangan kepolisian. Abdul Mu'ti menyatakan bahwa pihaknya akan mengalihkan fokus utama untuk memastikan pemulihan trauma dan kondisi mental para korban yang terdampak ledakan.
“Sekarang otoritas terhadap terduga pelaku ini ada di kepolisian dan kami sekarang fokus pemulihan mental korban,” ujar dia.
Berita Terkait
-
Terungkap! Sebelum Ledakan di SMAN 72, Pelaku Tinggalkan Pesan Misterius di Dinding Kelas
-
Bukan Hanya Satu, Ada 7 Bom di SMAN 72! Ini Detail Penemuan Densus 88
-
Dari Senapan Mainan Sampai Ancaman Blokir: Benarkah PUBG Biang Keladi di Balik Tragedi SMAN 72?
-
Pemerintah Pusat Mau Batasi Game PUBG Imbas Kejadian di SMAN 72 Jakarta, Begini Respons Pramono
-
Trauma Ledakan SMAN 72 Jakarta: Siswa Dapat Konseling dan Belajar Daring, Ini Kata Pemprov DKI!
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali