News / Nasional
Selasa, 10 Maret 2026 | 20:19 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan enam RKD SMA Negeri 2 Meureudu. (Bakom RI)
Baca 10 detik
  • Enam Ruang Kelas Darurat (RKD) diresmikan Mendikdasmen di SMAN 2 Meureudu, Pidie Jaya, pascabanjir besar.
  • Pembangunan RKD bertujuan sementara agar siswa dapat belajar nyaman sambil menunggu gedung permanen direkonstruksi.
  • Pemerintah juga menyerahkan buku dan bantuan dana operasional sekolah kepada warga sekolah terdampak bencana tersebut.

Suara.com - Tiga bulan setelah banjir besar melanda Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, harapan mulai tumbuh di lingkungan SMA Negeri 2 Meureudu. Jika sebelumnya para siswa harus belajar di tenda darurat beralaskan terpal, kini mereka kembali duduk di bangku kelas.

Setelah bangunan sekolah rusak parah dan tertimbun material lumpur, enam Ruang Kelas Darurat (RKD) telah dibangun untuk mendukung pemulihan kegiatan belajar mengajar pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Sumatra.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan enam RKD serta menyerahkan bantuan buku dan peralatan sekolah.

"Ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah untuk memastikan anak-anak tetap bisa belajar meskipun daerahnya sedang bangkit dari bencana,” ujar Abdul Mu’ti.

Menurutnya, RKD dibangun sebagai solusi sementara agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih layak sambil menunggu proses rekonstruksi gedung sekolah permanen.

“Kami terus mengupayakan percepatan pembangunan kembali gedung sekolah yang rusak akibat banjir. Ketika gedung baru sudah selesai, RKD ini tetap dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas pendukung pembelajaran,” kata Abdul Mu’ti.

Kepala SMA Negeri 2 Meureudu, Muhammadiah, menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas perhatian pemerintah. Ia menjelaskan bahwa sekolahnya merupakan salah satu yang paling parah terdampak banjir pada akhir November 2025.

“Di tengah suasana Bulan Suci Ramadan, peresmian enam RKD ini menjadi kabar yang sangat membahagiakan bagi kami. Kunjungan Pak Menteri memberi semangat baru bagi seluruh warga sekolah untuk bangkit dan kembali fokus pada pendidikan,” ujarnya.

Muhammadiah menambahkan bahwa SMA Negeri 2 Meureudu juga akan mendapatkan pembangunan gedung sekolah baru melalui kerja sama Kemendikdasmen dengan TNI Angkatan Darat.

Baca Juga: Gerak Cepat Jenderal Maruli, TNI AD Bangun 40 Jembatan di Aceh, Ini Lokasi Lengkapnya

Kebahagiaan serupa dirasakan para siswa. Israqiah, salah satu siswi, mengingat kembali masa-masa ketika ia dan teman-temannya harus belajar di tenda darurat setelah banjir merusak sekolah mereka.

“Sebelumnya kami belajar di tenda dengan alas terpal. Sekarang ruang kelasnya sudah ada meja, bangku, dan papan tulis. Rasanya senang sekali bisa belajar lebih nyaman,” kata Israqiah.

Ziadatul Una merasakan hal serupa. Ia mengatakan bahwa kembali belajar di ruang kelas adalah harapan yang telah lama dinantikan oleh para siswa.

“Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Semoga pendidikan di daerah kami segera pulih dan kami bisa terus belajar dengan aman dan bahagia,” kata Ziadatul Una.

Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen juga menyerahkan bantuan buku pembelajaran serta Bantuan Pendidikan Tahun 2026 senilai Rp25 juta untuk mendukung proses belajar mengajar di sekolah.

Sebagai bagian dari upaya pemulihan pendidikan di wilayah terdampak bencana, Kemendikdasmen telah membangun 21 Ruang Kelas Darurat di lima sekolah di Kabupaten Pidie Jaya.

Load More