-
Iran mengklaim telah melumpuhkan pertahanan militer Amerika Serikat dan Israel pada Maret 2026.
-
Teheran memegang kendali atas ekonomi energi global dan menentukan durasi konflik bersenjata.
-
Gencatan senjata hanya akan dipertimbangkan jika ada jaminan keamanan absolut dari pihak lawan.
Suara.com - Kondisi geopolitik di Timur Tengah kini memasuki babak baru setelah Iran Teheran menyatakan keunggulan mutlak secara militer atas perang.
Pemerintah Iran secara terbuka mengumumkan bahwa mereka telah berhasil melumpuhkan kekuatan pertahanan Israel dan Amerika Serikat.
Langkah strategis militer yang disusun oleh pihak Washington dan Tel Aviv dinilai gagal total di lapangan.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengungkapkan penilaian mendalam mengenai kegagalan strategi musuh-musuh negaranya tersebut.
Beliau meyakini bahwa saat ini posisi tawar Iran jauh lebih kuat dibandingkan para pesaingnya di kawasan.
"Kami berada di posisi yang lebih unggul. Rencana AS dan Israel gagal dan target mereka tidak tercapai. Iran telah memberikan kerusakan serius terhadap Israel dan AS," ujar Gharibabadi.
Melalui siaran televisi resmi pemerintah, ia memaparkan dampak serangan yang memberikan kerugian signifikan bagi pihak lawan.
Teheran juga menyoroti bagaimana konflik ini memberikan pengaruh besar terhadap tatanan finansial dan sumber daya internasional.
Pihak kedaulatan Iran merasa memiliki peran kunci dalam menentukan masa depan stabilitas pasar di seluruh dunia.
Baca Juga: Rudal Iran Hantam Tel Aviv, Dampak Ekonomi Mulai Guncang Negara Teluk
Gharibabadi menekankan bahwa kendali atas durasi perselisihan bersenjata ini sepenuhnya berada di tangan mereka sekarang.
"Lihat saja kondisi energi global dan perekonomian dunia saat ini. Kami memegang kendali, dan kami yang akan menentukan kapan perang ini berakhir," tambah dia.
Hingga saat ini, beberapa negara besar telah mulai melakukan komunikasi diplomatik intensif dengan pihak pemerintah Iran.
Negara-negara seperti China, Prancis, hingga Rusia dilaporkan telah membuka jalur dialog untuk membahas kemungkinan perdamaian.
Namun, Iran memberikan syarat yang sangat ketat bagi siapa pun yang menginginkan penghentian kontak senjata.
Prinsip utama yang dipegang Teheran adalah adanya jaminan keamanan yang absolut dan pengakuan kesalahan dari pihak lawan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
Terkini
-
Sambut Prabowo di Lampung, 30 Mahasiswa Berencana Gelar Aksi Jahit Mulut
-
Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja, Hadapi Pekerjaan Tergeser AI
-
CENTCOM: Amerika Serang Pertahanan Udara Iran, Stasiun Kendali Darat dan Radar Pengintai
-
Serangan AS ke Iran, Gelombang Ledakan Terjadi di Kota Jask dan Kouhe Mobarakeh Hingga Pulau Qeshm
-
Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Kerja dan Hilangkan Budaya Kerja Lama yang Tidak Patut
-
Vonis Kasus Andrie Yunus Digelar Hari Ini, Nasib Empat Anggota BAIS TNI Akan Ditentukan
-
DPR: Jangan Terus Salahkan The Fed dan Perang Teluk Saat Rupiah Tertekan
-
Perang Pecah Lagi! Amerika Serang Iran Lagi, Luncurkan Rudal ke Dekat Jalur Minyak Dunia
-
Pengesahan Revisi UU Polri Dikritik, Dinilai Terlalu Terburu-Buru dan Tidak Transparan
-
Hari Ini, Empat Prajurit TNI Jalani Sidang Putusan Kasus Penyiraman Andrie Yunus