News / Internasional
Rabu, 11 Maret 2026 | 23:51 WIB
Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) atau Garda Revolusi Iran menegaskan akan terus menyerang pangkalan militer Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah hingga ancaman perang terhadap Iran berakhir. [Tribune]
Baca 10 detik
  • IRGC menyatakan akan terus menyerang sasaran AS dan Israel di Timur Tengah sampai ancaman perang terhadap Iran berakhir.
  • Iran mengklaim telah menyerang pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain, serta target militer Israel di beberapa kota.
  • Konflik dipicu serangan gabungan AS-Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, memicu balasan rudal balasan oleh Garda Revolusi.

Di tengah konflik, Presiden AS Donald Trump mengatakan perang dengan Iran kemungkinan akan segera berakhir. Ia menyebut target militer Iran hampir habis.

“Perang ini akan segera berakhir karena hampir tidak ada lagi target yang tersisa,” kata Trump dalam wawancara singkat dengan Axios.

“Kapan pun saya ingin perang ini berakhir, maka itu akan berakhir.”

Namun di lapangan, pertempuran masih terus berlangsung. Ledakan dan sirene serangan udara dilaporkan terdengar di beberapa kota Israel, sementara serangan udara juga terjadi di Beirut dan Tehran.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mendesak komunitas internasional mengecam serangan AS dan Israel.

Dalam percakapan telepon dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, ia menyebut serangan tersebut melanggar hukum internasional.

“Tindakan ini merupakan pelanggaran jelas terhadap hukum internasional dan prinsip dasar hukum kemanusiaan,” kata Araghchi.

Ia menegaskan Iran memiliki hak yang melekat untuk membela diri dari perang yang dipaksakan.

Kontributor: Adam Ali

Baca Juga: Detik-detik Rudal Iran Hantam Israel: 5 Jam Hening, Sirene Berbunyi, Duaarrr!

Load More