-
Militer Israel memperketat sensor media untuk menutupi tingkat kerusakan akibat serangan rudal Iran.
-
Larangan penyiaran langsung di lokasi ledakan bertujuan mencegah musuh mendapatkan informasi intelijen sensitif.
-
Iran menuding Israel sengaja membatasi akses pers agar kehancuran infrastruktur mereka tidak terlihat.
Suara.com - Pemerintah Israel dilaporkan mulai menerapkan pengawasan informasi yang sangat ketat terkait dampak serangan rudal Iran.
Kebijakan ini diambil untuk membatasi ruang gerak pers dalam melaporkan kerusakan di wilayah pendudukan.
Lembaga sensor militer kini melarang jurnalis mendokumentasikan hasil ledakan rudal secara mendalam ke publik luas.
Media internasional maupun lokal tidak diperbolehkan lagi menyiarkan kondisi lapangan secara langsung saat konflik terjadi.
Laporan dari France 24 menyebutkan bahwa kontrol informasi ini semakin intensif sejak akhir Februari 2026.
Ketegangan antara Teheran dan sekutu utama Amerika Serikat tersebut memang terus memanas belakangan ini.
Pasukan Pertahanan Israel atau IDF mulai mengawasi setiap publikasi yang berkaitan dengan stabilitas keamanan nasional.
Langkah ini diambil setelah adanya eskalasi serangan balasan dari wilayah Asia Barat menuju Israel.
Kelompok bersenjata seperti Hezbollah di Lebanon juga menjadi faktor penguat diberlakukannya aturan sensor tersebut.
Baca Juga: Spanyol Tarik Permanen Dubes dari Israel, Ketegangan Diplomatik Makin Memanas
IDF secara tegas melarang adanya siaran langsung dari kota-kota saat sirene peringatan udara berbunyi.
Pengambilan gambar maupun rekaman video di titik jatuhnya rudal kini menjadi aktivitas yang dilarang.
Israel sebenarnya sudah memiliki regulasi sensor keamanan sejak lama untuk mengatur pemberitaan media massa.
Namun aturan tersebut kini menjadi jauh lebih kaku dibandingkan dengan periode konflik pada tahun-tahun sebelumnya.
Dampak dari kebijakan ini membuat informasi mengenai kerusakan fisik bangunan menjadi sangat minim didapatkan media.
Banyak visual yang beredar di media sosial saat ini justru hanya berupa rekaman amatir warga.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung
-
Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi
-
Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini
-
Khofifah Bangga Program ADEM Cetak Generasi Papua Berprestasi, 51 Murid Lolos PTN
-
Lagi Ujian Diciduk Polisi! 2 Pelajar Palmerah Ditangkap usai Bacok Siswa SMK secara Acak
-
Satgas PRR Minta Optimalisasi TKD dan Hibah Antardaerah Tak Terhambat Birokrasi
-
Buntut Kasus Hanania, Menteri Haji: Sekarang Semua Travel Wajib Akreditasi!
-
Minta Anggaran Rp3,9 T Cuma Dikasih Rp728 M, Pigai: Kami Berprestasi Tapi Tak Pernah Diapresiasi DPR
-
Polri Rekrut Disabilitas: Bukan Cuma Staf, Berpeluang Duduki Jabatan Struktural!
-
Kapolri Jamin Takkan Serobot Kursi ASN: Polisi Masuk Kementerian Hanya Jika Diminta!