-
Militer Israel memperketat sensor media untuk menutupi tingkat kerusakan akibat serangan rudal Iran.
-
Larangan penyiaran langsung di lokasi ledakan bertujuan mencegah musuh mendapatkan informasi intelijen sensitif.
-
Iran menuding Israel sengaja membatasi akses pers agar kehancuran infrastruktur mereka tidak terlihat.
Beberapa dokumentasi yang muncul bahkan diketahui merupakan arsip lama yang diunggah kembali oleh pengguna internet.
Liputan langsung dari lokasi kejadian kini menjadi pemandangan yang sangat langka di televisi internasional.
Militer Israel telah menetapkan area yang terkena dampak ledakan sebagai zona sensitif yang tertutup bagi pers.
Jurnalis mungkin masih diizinkan mengambil gambar dalam beberapa kasus namun dengan syarat yang sangat berat.
Pihak media dilarang keras merinci koordinat lokasi atau menjelaskan tingkat kerusakan yang sebenarnya terjadi di lapangan.
Brigadir Jenderal Netanel Kula selaku Kepala Sensor Militer memberikan penjelasan mengenai alasan di balik kebijakan ini.
Beliau menyatakan bahwa langkah tersebut murni untuk kepentingan taktis militer dalam menghadapi serangan pihak lawan.
Menurutnya informasi yang bocor ke publik bisa dimanfaatkan oleh musuh untuk mengatur strategi serangan berikutnya.
Kula menekankan bahwa perlindungan terhadap data intelijen adalah prioritas utama pemerintah saat masa peperangan berlangsung.
Baca Juga: Spanyol Tarik Permanen Dubes dari Israel, Ketegangan Diplomatik Makin Memanas
“Tujuan utamanya adalah untuk mencegah bantuan kepada musuh selama masa perang yang merupakan ancaman nyata bagi keamanan Israel,” kata Kula seperti dikutip France 24.
Kutipan tersebut menegaskan bahwa Israel tidak akan membiarkan informasi strategis jatuh ke tangan lawan mereka.
Laporan mengenai pengetatan sensor ini kemudian mendapatkan perhatian khusus dari Menteri Luar Negeri Iran.
Abbas Araghchi melalui akun media sosial pribadinya memberikan komentar tajam mengenai kebijakan sensor militer Israel.
Araghchi menilai bahwa tindakan tersebut merupakan bukti ketakutan Israel terhadap efektivitas serangan rudal milik Iran.
Ia menuding otoritas setempat sedang berusaha keras menyembunyikan fakta kehancuran dari pandangan masyarakat dunia secara global.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Rudal Kiamat Iran Hujan di Malam Lailatul Qadar, Ratusan Antek Zionis Jadi Korban
-
Nyawa Donald Trump Terancam, Keamanan Gedung Putih Jebol Diteror Mobil Van
-
Dari Semua Penjuru Mata Angin, Rudal Iran dan Roket Hizbullah Hantam Wilayah Israel
-
Spanyol Tarik Permanen Dubes dari Israel, Ketegangan Diplomatik Makin Memanas
-
Garda Revolusi Iran: Hai Musuh-musuh Kami, Menyerah atau Hancur Lebur!
-
Detik-detik Rudal Iran Hantam Israel: 5 Jam Hening, Sirene Berbunyi, Duaarrr!
-
Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
-
Memahami Status Siaga 1 TNI: Ancaman Global, Kritik Pengamat, dan Apa Dampaknya bagi Publik?
-
Sekolah Rakyat Permanen di Sigi dan Lombok Tengah Diminta Gus Ipul Segera Dipercepat
-
Perkuat Pendidikan, Wamensos Dukung Pembangunan Sekolah Rakyat Maybrat