-
Yousef Pezeshkian membantah kabar bahwa Mojtaba Khamenei terluka parah akibat serangan militer.
-
Media internasional melaporkan Mojtaba mengalami cedera kaki dalam serangan yang menewaskan ayahnya.
-
Konflik bersenjata antara AS-Israel dan Iran memicu kekhawatiran akan stabilitas keamanan global.
Suara.com - Spekulasi mengenai keselamatan figur sentral di Teheran Iran, Mojtaba Khamenei kini tengah menjadi pusat perhatian masyarakat internasional secara luas.
Isu yang beredar menyebutkan bahwa pengganti pemimpin tertinggi Iran tersebut berada dalam kondisi kritis akibat serangan Israel.
Gelombang serangan udara yang diinisiasi oleh militer Amerika Serikat bersama Israel disinyalir menjadi penyebab utama situasi ini.
Ketegangan bersenjata yang dimulai sejak akhir Februari tersebut dilaporkan telah merenggut nyawa Ayatollah Ali Khamenei sebelumnya.
Publik kini mempertanyakan apakah sang putra juga turut menjadi korban dalam rangkaian operasi militer agresif tersebut.
Yousef Pezeshkian yang merupakan putra dari Presiden Iran Masoud Pezeshkian segera merespons rumor panas yang berkembang.
Dalam kapasitasnya sebagai penasihat pemerintahan, ia berusaha meredam kekhawatiran masyarakat terkait stabilitas kepemimpinan di negara tersebut.
Pihak pemerintah menegaskan bahwa struktur komando masih tetap terjaga meskipun tekanan militer asing semakin meningkat tajam.
Klarifikasi ini dianggap sangat penting untuk menjaga moral rakyat Iran di tengah gempuran rudal dan bom.
Baca Juga: Nyawa Donald Trump Terancam, Keamanan Gedung Putih Jebol Diteror Mobil Van
Pezeshkian secara pribadi telah melakukan verifikasi langsung kepada pihak-pihak yang memiliki akses informasi tingkat tinggi.
"Saya mendengar berita bahwa Tuan Mojtaba Khamenei telah terluka. Saya telah bertanya kepada beberapa teman yang memiliki koneksi. Mereka memberi tahu saya bahwa, alhamdulillah, dia dalam keadaan aman dan sehat," ujar Pezeshkian, Rabu (11/3/2026) waktu setempat.
Meskipun terdapat bantahan dari pihak keluarga presiden, sinyal yang diberikan media resmi pemerintah sedikit membingungkan.
Televisi negara Iran mulai menyematkan gelar baru kepada sosok Mojtaba dalam berbagai laporan berita terbaru mereka.
Ia kini mulai dijuluki sebagai pahlawan yang telah mengorbankan fisik demi mempertahankan kedaulatan negara dari agresi.
Penyebutan tersebut memicu tanda tanya besar karena mengindikasikan adanya luka fisik yang dialami sang tokoh utama.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Menteri Perang Amerika ke Iran: Kalau Perlu Negosiasi Pakai Bom, Kami Lakukan
-
Pertamax Tembus Rp16.250! Ojol dan Mahasiswa Menjerit Terpaksa Turun Kelas ke Pertalite
-
Perang Lanjut! Serangan Balasan Iran Bobol Pangkalan Udara Israel, Hanggar Jet Tempur Luluh Lantak
-
'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung
-
Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi
-
Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini
-
Khofifah Bangga Program ADEM Cetak Generasi Papua Berprestasi, 51 Murid Lolos PTN
-
Lagi Ujian Diciduk Polisi! 2 Pelajar Palmerah Ditangkap usai Bacok Siswa SMK secara Acak
-
Satgas PRR Minta Optimalisasi TKD dan Hibah Antardaerah Tak Terhambat Birokrasi
-
Buntut Kasus Hanania, Menteri Haji: Sekarang Semua Travel Wajib Akreditasi!