-
Mojtaba Khamenei terluka dalam serangan Israel namun tetap menjabat sebagai pemimpin tertinggi Iran.
-
Pemerintah Iran memanfaatkan cedera Mojtaba untuk membangun narasi pahlawan perang di garis depan.
-
Pakar meragukan kendali penuh Mojtaba karena ia belum muncul ke publik pasca dilantik.
Pengumuman penunjukannya dilakukan tak lama setelah kabar kematian ayahnya yakni Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan udara pada akhir Februari.
Dalam peristiwa yang sama saluran televisi nasional Iran mengabarkan bahwa ibu dan saudara perempuan Mojtaba juga turut menjadi korban jiwa.
Bahkan istri dari pemimpin baru ini dilaporkan tidak selamat dalam serangan udara yang dilancarkan oleh pasukan pertahanan Israel tersebut.
Kehilangan keluarga besar ini menjadi beban emosional yang berat di tengah transisi kepemimpinan yang sedang berlangsung di Teheran.
Mojtaba sendiri sebenarnya bukan orang baru dalam lingkungan militer karena ia tumbuh besar di tengah kecamuk perang Iran-Irak.
Sejak era 1990-an putra mendiang pemimpin besar ini telah menancapkan pengaruhnya di berbagai sendi vital pemerintahan Iran.
Kekuasaannya merambah hingga ke kebijakan media nasional serta penentuan posisi strategis di berbagai universitas terkemuka di sana.
Departemen Keuangan Amerika Serikat bahkan telah memasukkan namanya ke dalam daftar hitam sanksi internasional sejak beberapa tahun silam.
“Mojtaba Khamenei mewakili Pemimpin Tertinggi meskipun tidak pernah dipilih atau diangkat ke posisi pemerintahan mana pun, selain pekerjaannya di kantor ayahnya,” tulis keterangan resmi AS.
Baca Juga: Laporan Intelijen Bongkar Kondisi Parah Mojtaba Khamenei Habis Dibom Israel
Ia juga dituduh sebagai sosok di balik layar yang menekan aksi protes besar-besaran Gerakan Hijau pada tahun 2009 silam.
Absennya Mojtaba dari pandangan mata publik menimbulkan tanda tanya besar mengenai siapa yang sebenarnya memegang kendali negara.
Beberapa pihak berpendapat bahwa persembunyian ini bertujuan untuk menjaga keselamatan sang pemimpin dari ancaman serangan lanjutan.
Namun Beni Sabti memiliki pandangan yang cukup kontradiktif mengenai menghilangnya sang pemimpin dari ruang publik secara total.
Ia meragukan apakah Mojtaba benar-benar mengoperasikan roda pemerintahan secara mandiri atau hanya sekadar simbol formalitas belaka.
“Saya tidak berpikir dia benar-benar menjalankan Iran,” kata Sabti dengan nada skeptis terhadap situasi politik di Teheran.
Sabti meyakini bahwa manajemen negara saat ini masih dipegang oleh para loyalis lama yang tersisa dari era kepemimpinan ayahnya.
“Saya yakin para pejabat senior yang tersisa dari era ayahnya lah yang mengelola negara,” jelas pakar INSS tersebut memberikan gambaran internal.
Kecurigaan ini diperkuat dengan fakta bahwa suara Mojtaba pun belum pernah terdengar melalui pidato radio maupun rekaman audio apa pun.
Bagi Sabti ketiadaan komunikasi langsung dengan rakyat menunjukkan adanya hambatan fungsi sebagai seorang pemimpin tertinggi yang sah.
“Jika memang demikian, itu bukan pertanda baik bagi dirinya,” pungkas Sabti menutup analisis mendalam mengenai dinamika kekuasaan Iran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Ulasan Bloody Flower: Ketika Pembunuh Jadi Harapan Terakhir Banyak Orang
-
Daya Beli Lesu, Kelas Menengah Pilih Beli Beras Ketimbang Cicil Rumah
-
Cabai Rawit Tembus Rp54 Ribu, Cek Daftar Harga Pangan yang Naik Hari Ini
-
Pelaku Kekerasan Anak Justru Orang Terdekat, Plan Indonesia Ungkap Data Miris
-
5 Serum Flek Hitam yang Aman Digunakan Setiap Hari, Ampuh Cerahkan Kulit Mulai Rp20 Ribu
-
Suarakan Kesetaraan, Run for Equality 2026 Sukses Digelar di Senayan Park
-
Susul Kesuksesan The Grey, Netflix Garap Parasyte: Tamiya yang Tayang 2027
-
Dari Diskusi hingga Wall of Hope, LINTAS Dorong Masyarakat Peduli Masa Depan Transportasi Umum
-
6 Rekomendasi Parfum Aroma Susu yang Creamy dan Bikin Ketagihan
-
Efek Domino Penutupan PT Samwon: Runtuhnya Rantai Ekonomi dan Harapan Warga Jepara