News / Internasional
Kamis, 12 Maret 2026 | 10:02 WIB
Jenderal Iran Mohsen Rezaei (Kantor Berit Iran)
Baca 10 detik
  • Iran menegaskan tidak ada gencatan senjata hingga tujuan akhir militer tercapai sepenuhnya.

  • Mohsen Rezaei mengklaim cadangan rudal Iran tak terbatas dan armada AS telah mundur.

  • Strategi perang Iran fokus pada inovasi drone dan kesiapan menghadapi konflik jangka panjang.

Memasuki tahap ketiga, pemilihan kepemimpinan baru dan serangan masif Iran membuat musuh berpikir keras untuk melarikan diri.

Rencana awal mereka adalah memamerkan kekuatan besar di Teluk Persia dan Laut Oman dengan kapal induk.

Kenyataannya, Rezaei mengklaim armada mereka telah mundur sejauh seribu kilometer dari perairan kedaulatan Iran saat ini.

Mantan komandan ini juga menyoroti kelemahan sistem pertahanan udara lawan yang harus mendatangkan bantuan eksternal.

"Rudal-rudal Iran tidak ada habisnya, sementara sistem THAAD milik kalian telah jatuh ke titik di mana kalian terpaksa mendatangkan sistem tersebut dari Korea Selatan."

Iran menyatakan bahwa kalkulasi musuh mengenai cadangan amunisi dan produksi rudal dalam negeri adalah sebuah kesalahan besar.

Pihak militer mengklaim tidak memiliki batasan waktu dalam menghadapi perang yang mungkin akan berlangsung sangat lama.

Berbeda dengan lawan, Iran merasa lebih siap secara mental maupun ketersediaan logistik untuk pertempuran jangka panjang.

Inovasi teknologi terus dilakukan setiap hari, termasuk peningkatan kemampuan drone bunuh diri secara langsung di medan laga.

Baca Juga: Drone Iran Hantam Dubai Creek Harbour Saat Militer Israel Mulai Gempur Teheran Besar-besaran

Pengelolaan jumlah peluncuran rudal ke pangkalan musuh diklaim berjalan sesuai dengan rencana strategis yang telah disusun.

Rezaei menyamakan kondisi musuh saat ini dengan kegagalan tentara Hitler saat terjebak di tengah salju Rusia.

Ia menilai pihak lawan kini sedang dalam kondisi terkepung dan hanya mencari celah untuk bisa bernapas sejenak.

Pernyataan ini mengunci peluang adanya gencatan senjata jangka pendek yang hanya akan dimanfaatkan musuh untuk konsolidasi.

Tragedi pengeboman sekolah di Minab juga menjadi alasan kuat bagi Iran untuk terus menekan hingga hasil akhir.

Rezaei menutup pernyataannya dengan memberikan penghormatan tertinggi bagi seluruh personel militer yang menjadi tameng bagi rakyat.

Load More