-
Iran menegaskan tidak ada gencatan senjata hingga tujuan akhir militer tercapai sepenuhnya.
-
Mohsen Rezaei mengklaim cadangan rudal Iran tak terbatas dan armada AS telah mundur.
-
Strategi perang Iran fokus pada inovasi drone dan kesiapan menghadapi konflik jangka panjang.
Memasuki tahap ketiga, pemilihan kepemimpinan baru dan serangan masif Iran membuat musuh berpikir keras untuk melarikan diri.
Rencana awal mereka adalah memamerkan kekuatan besar di Teluk Persia dan Laut Oman dengan kapal induk.
Kenyataannya, Rezaei mengklaim armada mereka telah mundur sejauh seribu kilometer dari perairan kedaulatan Iran saat ini.
Mantan komandan ini juga menyoroti kelemahan sistem pertahanan udara lawan yang harus mendatangkan bantuan eksternal.
"Rudal-rudal Iran tidak ada habisnya, sementara sistem THAAD milik kalian telah jatuh ke titik di mana kalian terpaksa mendatangkan sistem tersebut dari Korea Selatan."
Iran menyatakan bahwa kalkulasi musuh mengenai cadangan amunisi dan produksi rudal dalam negeri adalah sebuah kesalahan besar.
Pihak militer mengklaim tidak memiliki batasan waktu dalam menghadapi perang yang mungkin akan berlangsung sangat lama.
Berbeda dengan lawan, Iran merasa lebih siap secara mental maupun ketersediaan logistik untuk pertempuran jangka panjang.
Inovasi teknologi terus dilakukan setiap hari, termasuk peningkatan kemampuan drone bunuh diri secara langsung di medan laga.
Baca Juga: Drone Iran Hantam Dubai Creek Harbour Saat Militer Israel Mulai Gempur Teheran Besar-besaran
Pengelolaan jumlah peluncuran rudal ke pangkalan musuh diklaim berjalan sesuai dengan rencana strategis yang telah disusun.
Rezaei menyamakan kondisi musuh saat ini dengan kegagalan tentara Hitler saat terjebak di tengah salju Rusia.
Ia menilai pihak lawan kini sedang dalam kondisi terkepung dan hanya mencari celah untuk bisa bernapas sejenak.
Pernyataan ini mengunci peluang adanya gencatan senjata jangka pendek yang hanya akan dimanfaatkan musuh untuk konsolidasi.
Tragedi pengeboman sekolah di Minab juga menjadi alasan kuat bagi Iran untuk terus menekan hingga hasil akhir.
Rezaei menutup pernyataannya dengan memberikan penghormatan tertinggi bagi seluruh personel militer yang menjadi tameng bagi rakyat.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Usai Kalah di Praperadilan, Gus Yaqut Disebut Akan Penuhi Panggilan KPK Hari Ini
-
Mengenal Kapal Perang US Fifth Fleet yang Masuk Bidikan Rudal Iran, Sudah Berumur31Tahun
-
Anggota Komisi XII DPR Desak Reformasi Pengelolaan Sampah Usai Tragedi Longsor di Bantar Gebang
-
Malam Mencekam di Utara Israel! Roket Hizbullah Hancurkan Bangunan, 5 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Dewan Keamanan PBB Minta Iran Stop Rudal Negara Sekutu AS-Israel di Timur Tengah
-
Presiden Krosia Zoran Milanovic Sebut Israel Teroris, Kecam Serangan AS ke Iran
-
Drone Iran Hantam Dubai Creek Harbour Saat Militer Israel Mulai Gempur Teheran Besar-besaran
-
Upaya Kabur Gagal, Dua Tersangka Korupsi Kementan Diciduk Polisi di Ogan Ilir
-
Bazar Ramadan, Upaya Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Pangan
-
Mabes TNI Jelaskan Mutasi Pati: Pangdam Jaya Jadi Bintang Tiga, Jabatan Kaster TNI Diaktifkan Lagi