News / Internasional
Kamis, 12 Maret 2026 | 11:25 WIB
Ilustrasi Selat Hormuz (Gemini AI)
Baca 10 detik
  • Iran mengejek AS setelah Menteri Energi Chris Wright menghapus postingan yang mengklaim Angkatan Laut AS mengawal tanker di Selat Hormuz.
  • Gedung Putih dan militer AS membantah klaim tersebut, sementara Iran menuduh Washington menyebar berita palsu untuk memanipulasi pasar.
  • Insiden ini terjadi di tengah terhentinya lalu lintas di Hormuz, meroketnya harga minyak, dan penolakan publik AS terhadap perang.

Ia mengonfirmasi bahwa belum ada operasi militer untuk melindungi tanker minyak di selat tersebut yang dimulai.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur maritim krusial yang menangani lebih dari 20% pasokan minyak dunia.

Namun, sejak AS dan Israel melancarkan agresi militer terhadap Iran pada 28 Februari, lalu lintas komersial melalui selat tersebut terhenti karena kekhawatiran akan adanya serangan balasan dari Iran.

Gangguan di Hormuz telah membuat harga minyak meroket, dengan Asosiasi Otomotif Amerika melaporkan lonjakan harga bensin sebesar 43 sen di AS selama seminggu terakhir.

Penolakan publik terhadap perang dengan Iran tetap tinggi di AS, di mana sebuah jajak pendapat menunjukkan 53% pemilih sangat menentang tindakan militer terhadap Iran.

Load More