- Iran mengejek AS setelah Menteri Energi Chris Wright menghapus postingan yang mengklaim Angkatan Laut AS mengawal tanker di Selat Hormuz.
- Gedung Putih dan militer AS membantah klaim tersebut, sementara Iran menuduh Washington menyebar berita palsu untuk memanipulasi pasar.
- Insiden ini terjadi di tengah terhentinya lalu lintas di Hormuz, meroketnya harga minyak, dan penolakan publik AS terhadap perang.
Suara.com - Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf secara terbuka mengejek Amerika Serikat (AS) setelah salah satu pejabat tinggi mereka membuat klaim yang kemudian dihapus.
Ejekan tersebut merupakan buntut dari blunder Menteri Energi AS Chris Wright yang mengunggah lalu menghapus klaim bahwa Angkatan Laut AS telah mengawal sebuah kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz.
Gedung Putih dengan cepat menyangkal pernyataan tersebut dan menyebutnya tidak akurat, sementara para pejabat Iran menuding Washington menyebarkan misinformasi untuk memanipulasi pasar minyak global.
Kontroversi ini bermula ketika Wright mengunggah sebuah postingan di media sosial pada pukul 13.02 waktu setempat.
Dalam unggahannya, ia mengklaim bahwa Angkatan Laut AS telah berhasil mengawal sebuah tanker minyak melewati jalur perairan strategis tersebut.
Ia bahkan memuji pemerintahan Presiden Donald Trump karena telah "menjaga stabilitas energi global selama operasi militer melawan Iran."
Namun, unggahan tersebut dihapus dalam waktu kurang dari 30 menit tanpa ada penjelasan lebih lanjut.
Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt kemudian mengklarifikasi bahwa tidak ada pengawalan semacam itu yang pernah terjadi.
"Saya dapat mengonfirmasi bahwa Angkatan Laut AS tidak mengawal sebuah tanker atau kapal apa pun saat ini," kata Karoline Leavitt dikutip dari Tasnim News.
Baca Juga: Iran Cap Halal Luncurkan Rudal ke Kapal Antek Zionis Israel yang Lewat Selat Hormuz
Dia menambahkan bahwa meskipun pengawalan militer tetap menjadi salah satu opsi, belum ada operasi yang dilakukan hingga hari Selasa.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menolak postingan yang dihapus oleh Wright tersebut dan menyebutnya sebagai misinformasi yang disengaja.
"Pejabat AS mengunggah berita palsu untuk memanipulasi pasar," kata Abbas Araqchi
"Itu tidak akan melindungi mereka dari tsunami inflasi yang telah mereka timpakan kepada rakyat Amerika."
Araqchi lebih lanjut memperingatkan bahwa pasar minyak global menghadapi "kekurangan terbesar dalam sejarah," yang dampaknya melampaui gabungan Embargo Minyak Arab, Revolusi Islam Iran, dan invasi Kuwait.
Jenderal Dan Caine, kepala Kepala Staf Gabungan AS, turut membantah klaim Wright pada hari Selasa.
Berita Terkait
-
Tolak Suaka Australia, Bintang Timnas Putri Iran Pilih Kembali ke Pelukan Tanah Air
-
Jubir Militer Houthi Yaman: Iran Akan Hancurkan AS dan Rezim Zionis Israel!
-
Iran Bombardir Pangkalan Perang AS, 13 Antek Zionis Tewas dan 100 Luka-luka
-
Bantah Donald Trump, Militer AS: Rudal Tomahawk Hancurkan Sekolah di Iran Milik Kami
-
Mengenal Kapal Perang US Fifth Fleet yang Masuk Bidikan Rudal Iran, Sudah Berumur31Tahun
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Praperadilan Ditolak, Kuasa Hukum Pertanyakan Surat Pemanggilan Gus Yaqut ke KPK Hari Ini
-
DPR Sahkan 5 Anggota Dewan Komisioner OJK Periode 2026-2031, Friderica Widyasari Jadi Ketua
-
India Kiamat Makanan Panas karena Perang AS - Iran, Rakyatnya Dilarang Ngopi
-
Mengintip Kesiapan Jalur Mudik Jateng-DIY Menuju Lebaran 2026, Kondisi Kemantapan Capai 94,20 Persen
-
FBI Ungkap Dugaan Rencana Serangan Drone Iran ke Jantung Amerika Serikat
-
Soroti Rencana Taklimat Prabowo, Pakar UGM Berikan Sejumlah Poin Penting untuk Disampaikan
-
Terjebak Banjir di Queensland, Dua Turis Ditemukan Meninggal Dunia
-
Asia Siaga Kenaikan Harga Minyak, RI Lirik Energi Nabati Sawit-Tebu
-
Update Terkini Perang Iran, Israel Makin Hancur Hingga Ledakan di Mana-mana
-
Jubir Militer Houthi Yaman: Iran Akan Hancurkan AS dan Rezim Zionis Israel!