News / Internasional
Kamis, 12 Maret 2026 | 14:03 WIB
Ilustrai CIA
Baca 10 detik
  • AS dan sekutunya melancarkan operasi intelijen besar melibatkan sabotase ekonomi dan perang informasi untuk menumbangkan Iran.
  • Operasi ini memicu demonstrasi yang kemudian terorganisir, didukung penyebaran teknologi Starlink oleh CIA untuk koordinasi.
  • Iran mematahkan operasi tersebut dengan bantuan Rusia dan China melalui alat *jamming*, lalu menunjukkan fleksibilitas nuklir dalam perundingan damai.

Hal inilah yang diyakini Agung sebagai alasan mengapa Israel akhirnya menahan diri untuk tidak melakukan serangan militer terbuka untuk membantu pemberontak.

Tawaran Damai dan Fleksibilitas Iran

Pasca-kegagalan skenario kudeta, dinamika bergeser ke meja perundingan. Agung mencatat bahwa Iran kini menunjukkan sikap yang jauh lebih fleksibel terkait program nuklirnya demi meredakan ketegangan.

Dalam perundingan terbaru di Oman dan Jenewa, Iran dilaporkan bersedia meluruhkan material nuklirnya atau menyerahkannya ke negara lain. Mereka juga setuju untuk membatasi tingkat pengayaan uranium seminimal mungkin.

“Iran sudah bersedia untuk nuklirnya itu sudah bersedia diluruhkan atau dikasih orang negara lain. Yang kedua dia mau untuk kalau on pengayaan nanti pengayaannya minimal saja dan yang paling penting dia mempersilahkan orang Amerika datang untuk memeriksa,” ungkap Agung. (Tsabita Aulia)

Load More