News / Internasional
Jum'at, 13 Maret 2026 | 07:00 WIB
Dua pemimpin yang jadi pelopor serangan brutal kepada Iran, Donald Trump dan Benjamin Netanyhau tengah dihadapkan masalah pelik di dalam negeri. [White House]
Baca 10 detik
  • Donald Trump menghadapi gugatan pemalsuan laporan keuangan sejak 2022, dengan keputusan awal penipuan finansial oleh hakim New York.
  • Benjamin Netanyahu menghadapi skandal Sde Teiman mengenai dugaan perlakuan tidak manusiawi terhadap tahanan Palestina di Israel Selatan.
  • Kedua pemimpin khawatir karena IRGC mengancam akan terus menyerang basis AS dan Israel hingga ancaman perang Iran berakhir.

Skandal Sde Teiman merupakan dugaan penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi terhadap tahanan Palestina di pangkalan militer Sde Teiman Base milik IDF di Gurun Negev, Selatan Israel.

Skandal ini mencuat setelah laporan media Israel dan organisasi HAM yang membongkar fakta tahanan dari Gaza yang dibawa ke Sde Teiman mengalami, penyiksaan fisik, kurang makan dan perawatan medis, serta aktivitas kekerasan lainnya.

Temuan dari organisasi HAM juga menyebut praktik yang dilakukan IDF melanggar hukum militer Israel dan hukum internasional.

Benjamin Netanyahu (ig/b.netanyahu)

Terbaru, Netanyhau geram penyelidikan pada skandal ini masih terus berlangsung dan menyebut hal itu bisa mengikis mental tentara Israel yang tengah bertempur melawan Iran.

Dalam pernyataan yang disampaikan Kamis waktu setempat, Netanyahu mengecam proses hukum yang dinilainya terlalu lama dan merugikan pasukan tempur.

“Tidak masuk akal bahwa butuh waktu begitu lama untuk menutup kasus yang dijalankan secara kriminal terhadap para prajurit IDF,” tegasnya dilansir dari Channel 14.

Netanyahu menilai proses tersebut justru merusak citra Israel di mata dunia.

Ia mengatakan tuduhan terhadap para tentara sama saja dengan menyebarkan fitnah berdarah terhadap prajurit yang sedang menghadapi musuh di medan perang.

“Para prajurit kita berhadapan dengan musuh paling berbahaya. Negara Israel seharusnya mengejar musuh-musuhnya, bukan mengejar para pejuang heroiknya,” ujar Netanyahu.

Baca Juga: Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka

Pernyataan itu juga menjadi kritik langsung terhadap media Israel, termasuk laporan dari Channel 12 yang sebelumnya menyoroti kasus tersebut.

penampakan Kota Tel Aviv Israel usai dihantam rudal Iran. (bidik layar video)

Netanyahu menilai pemberitaan yang berkembang ikut memperburuk reputasi pasukan keamanan Israel sebelum proses hukum selesai.

Di sisi lain, dua pemimpin negara itu juga sedang khawatir dengan keberlangsungan perang melawan Iran.

Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) atau Garda Revolusi Iran menegaskan akan terus menyerang pangkalan militer Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah hingga ancaman perang terhadap Iran berakhir.

Garda elit Iran itu bahkan menyatakan hanya memikirkan satu tujuan, Amerika Serikat dan Israel menyerah total.

“Kami hanya memikirkan penyerahan total musuh,” kata IRGC dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui media mereka, Sepah News.

Load More