- Donald Trump menghadapi gugatan pemalsuan laporan keuangan sejak 2022, dengan keputusan awal penipuan finansial oleh hakim New York.
- Benjamin Netanyahu menghadapi skandal Sde Teiman mengenai dugaan perlakuan tidak manusiawi terhadap tahanan Palestina di Israel Selatan.
- Kedua pemimpin khawatir karena IRGC mengancam akan terus menyerang basis AS dan Israel hingga ancaman perang Iran berakhir.
Suara.com - Dua pemimpin yang jadi pelopor serangan brutal kepada Iran, Donald Trump dan Benjamin Netanyahu tengah dihadapkan masalah pelik di dalam negeri.
Donald Trump saat ini masih harus dibuat pusing dengan kasus perdata yang melilitnya sejak 2022, yakni kasus dugaan pemalsuan laporan keuangan untuk keuntungan finansial perusahaan miliknya.
Pada September 2022, Kantor Jaksa Agung New York yang dipimpin oleh Letitia James menggugat Trump, anak-anaknya, dan perusahaan mereka dengan tuduhan memalsukan laporan keuangan selama bertahun-tahun untuk mendapatkan keuntungan dari bank dan perusahaan asuransi.
Jaksa menilai Trump menggelembungkan nilai aset hingga miliaran dolar untuk memperoleh pinjaman dengan bunga lebih rendah dan keuntungan pajak.
Jaksa Agung New York menyatakan bahwa Trump membuat lebih dari 200 laporan keuangan menyesatkan antara 2011–2021.
Pada Februari 2024, hakim New York memutuskan bahwa Trump dan perusahaannya melakukan penipuan finansial.
Trump diperintahkan membayar lebih dari $450 juta (sekitar Rp7 triliun) dan dilarang menjalankan bisnis di New York untuk beberapa waktu.
Namun pada pengadilan banding, putusan pembayaran denda itu dikurangi. Dasar Komisi Banding Pengadilan Bagian New York berlebihan dan dilarang oleh Amandemen Kedelapan Konstitusi AS.
Meski menyebut hukuman kepada Trump terlalu tingi, Pengadilan Banding New York tidak membantah temuan bahwa Trump, anak-anak dan perusahaan milik mereka melakukan penipuan bisnis.
Baca Juga: Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
Terbaru di kasus ini, kuasa hukum Donald Trump menuntut agar Jaksa Agung New York, Letitia James, menyerahkan seluruh komunikasi dengan mantan pengacara Trump, Michael Cohen.
Permintaan itu muncul setelah Cohen mengaku dirinya “ditekan dan dipaksa” untuk memberikan kesaksian yang memberatkan Trump.
Dalam dokumen setebal 25 halaman yang diajukan ke pengadilan, pengacara Trump meminta perintah agar semua catatan komunikasi diserahkan.
Netanyhau Dirongrong Skandal Sde Teiman
Tak hanya Trump, rekan seperjuangannya, Benjamin Netanyhau juga tengah dihadapkan pada situasi pelik di internal dalam negeri yang membuat citra politiknya berantakan.
Benjamin Netanyhau dirongrong skandal berdarah Sde Teiman. Skandal ini jadi perhatiaan dalam negeri Israel sejak 2024.
Tag
Berita Terkait
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Gara-gara Donald Trump Salah Perhitungan, 2 Hari Perang AS Habiskan Rp 94 Triliun
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Meluruskan Fakta: Benarkah Abu Janda Mengajak Perang dengan Malaysia?
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
30 Tahun Kudatuli: Kisah Maryono yang 'Hidup Lagi' hingga Rahasia Dandang Megawati
-
Indonesia vs Kamboja Diperketat, Jalur Evakuasi dan Penyekatan Pakansari Disimulasikan
-
Misi Penyelundupan 6 Kg Ganja MedanBali Kandas di Pelabuhan Bakauheni
-
Meski Sempat Tertunda, Pos Indonesia Mulai Bayar Imbal Hasil Sukuk Rp24,12 Miliar
-
Tentara Harus Jago Terjun Payung dan Setir Tank, Bukan Urus Jagung atau Buka Sawah
-
Mazda Berusaha Perpanjang Napas Mazda 3 dan CX-30 Lewat Teknologi Mild Hybrid
-
Sambut Hari Kemerdekaan, Sekjen Kemendagri Dorong Bulog dan Pemda Gencarkan Gerakan Pangan Murah
-
Dukung Program BRIvolution Reignite, BRI Catat Pertumbuhan Aset Impresif
-
Ratusan Anak Hidup dengan HIV di Sidoarjo, KPAI Soroti Hak dan Perlindungannya
-
Ngeri! Korban Kasus Little Aresha Capai 157 Anak, Tersangka Kini Membengkak Jadi 32 Orang