- Mojtaba Khamenei mengungkap bahwa ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, gugur saat membaca Al-Qur'an pada 10 Ramadan dengan tangan terkepal kuat.
- Serangan gabungan AS-Israel tidak hanya menewaskan sang ayah, tetapi juga merenggut nyawa istri, saudara perempuan, keponakan, dan saudara ipar dari Mojtaba.
- Sang pemimpin baru Iran bersumpah akan membalas dendam, menegaskan bahwa setiap nyawa rakyat yang gugur memiliki berkas pembalasan yang terpisah dari ayahnya.
Suara.com - Detik-detik meinggalnya Ayatollah Seyed Ali Khamenei menyisakan fakta baru. Lewat kesaksian putranya, Mojtaba Khamenei, Ali Khamenei diketahui dibunuh Israel dan Amerika Serikat saat sedang membaca Al Qur'an di hari ke-10 bulan Ramadan.
Fakta memilukan ini terungkap langsung melalui pesan perdana sang penerus takhta kepada seluruh rakyatnya yang tengah berduka di tengah kecamuk perang.
Dalam pidato resminya seperti dikutip dari Tasnim News, Jumat (13/3/2026), Mojtaba menceritakan bahwa ayahnya memang selalu mendambakan akhir hidup sebagai seorang martir di jalan Tuhan.
Harapan tersebut akhirnya terkabul ketika mendiang tengah khusyuk melantunkan ayat suci Al-Qur'an pada pagi hari tanggal 10 Ramadan.
Sebagai sosok yang berkesempatan melihat langsung kondisi jasad mendiang, ia menggambarkan figur sang ayah layaknya sebuah gunung keteguhan yang tak pernah goyah.
Bahkan, ia mendengar kesaksian bahwa kepalan tangan sang ayah tampak tergenggam sangat erat saat mengembuskan napas terakhir.
Mojtaba Khamenei mengakui betapa beratnya memikul tanggung jawab di kursi yang pernah diduduki oleh sang ayah selama lebih dari enam dekade.
"Saya berbicara kepada pemimpin kita yang telah gugur sebagai syahid. Pemimpin! Dengan kepergianmu, engkau telah membebankan beban berat di hati setiap orang. Engkau selalu mendambakan akhir ini, dan akhirnya, Allah Yang Maha Kuasa mengabulkannya kepadamu saat engkau sedang membaca Al-Quran pada pagi hari tanggal sepuluh Ramadan al-Mubarak," kata Mojtaba .
"Engkau menanggung banyak penindasan dengan penuh kekuatan dan ketabahan, tanpa pernah gentar. Banyak yang tidak menyadari nilai sejatimu, dan mungkin masih lama sebelum tabir dan rintangan disingkirkan, dan beberapa aspek dari arti pentingmu menjadi jelas."
Baca Juga: Gempuran Mematikan Pesawat Tak Berawak Iran Hancurkan Markas Intelijen Israel
Duka mendalam ini rupanya tidak hanya berasal dari kehilangan sang tokoh panutan negara semata.
Serangan brutal dari pihak musuh tersebut secara tragis juga merenggut nyawa istri tercintanya, saudara perempuannya, keponakannya yang masih kecil, hingga saudara iparnya.
Namun, rentetan kehilangan keluarga inti ini justru semakin mengobarkan tekad sang pemimpin baru untuk membalas dendam kepada negara agresor.
Terkait suksesi kepemimpinannya, Mojtaba mengaku mengetahui hasil pemungutan suara Majelis Ahli secara bersamaan dengan rakyat melalui siaran televisi nasional.
Kini, ia meminta dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat agar roda pemerintahan dan otoritas negara tetap berjalan kokoh di masa krisis.
Ia dengan tegas berjanji bahwa pemerintahannya tidak akan pernah melupakan setetes pun darah rakyat dan keluarganya yang telah tewas terbunuh.
“Saya meyakinkan semua orang bahwa kami tidak akan mengabaikan pembalasan atas darah para martir Anda. Pembalasan yang kami maksudkan tidak hanya terkait dengan kemartiran Pemimpin Revolusi yang agung; melainkan, setiap anggota bangsa yang gugur di tangan musuh adalah subjek terpisah untuk berkas pembalasan,” tegas Mojtaba Khamenei.
Berita Terkait
-
Diisukan Tewas, Benjamin Netanyahu Akhirnya Muncul ke Publik Langsung Ancam Mojtaba Khamenei
-
Intip Tren Modest Wear yang Temani berbagai Momen Pengguna bersama Shopee Big Ramadan Sale
-
Khutbah Jumat Akhir Ramadan 13 Maret 2026, Cara Rasul Menghadapi Hari-Hari Terakhir Bulan Puasa
-
Perang AS vs Iran Bikin Roberto Mancini yang Baru5Bukan Kerja Kembali Nganggur
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Misi Penyelundupan 6 Kg Ganja MedanBali Kandas di Pelabuhan Bakauheni
-
Meski Sempat Tertunda, Pos Indonesia Mulai Bayar Imbal Hasil Sukuk Rp24,12 Miliar
-
Tentara Harus Jago Terjun Payung dan Setir Tank, Bukan Urus Jagung atau Buka Sawah
-
Mazda Berusaha Perpanjang Napas Mazda 3 dan CX-30 Lewat Teknologi Mild Hybrid
-
Sambut Hari Kemerdekaan, Sekjen Kemendagri Dorong Bulog dan Pemda Gencarkan Gerakan Pangan Murah
-
Dukung Program BRIvolution Reignite, BRI Catat Pertumbuhan Aset Impresif
-
Ratusan Anak Hidup dengan HIV di Sidoarjo, KPAI Soroti Hak dan Perlindungannya
-
Ngeri! Korban Kasus Little Aresha Capai 157 Anak, Tersangka Kini Membengkak Jadi 32 Orang
-
Diskon 50 Persen di Subform, Eksklusif Bagi Pengguna Layanan Pembayaran BRI
-
Diskusi 2 Jam di Rutan KPK, Ini yang Dibahas Penasihat Hukum Febrie Adriansyah