- Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan Israel lebih kuat setelah hampir dua pekan perang bersama Amerika Serikat melawan Iran.
- Netanyahu mengklaim serangan berhasil menghantam fasilitas nuklir dan militer Iran, menewaskan ilmuwan serta merusak infrastruktur penting.
- Netanyahu mendukung perubahan politik domestik Iran, sejalan dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai masa depan Iran.
Suara.com - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan negaranya kini lebih kuat dari sebelumnya setelah hampir dua pekan perang bersama Amerika Serikat melawan Iran.
Pernyataan itu menjadi pidato pertama Netanyahu sejak konflik besar dengan Teheran pecah pada akhir Februari 2026.
Dalam konferensi pers, Netanyahu mengklaim serangan Israel berhasil menghantam program nuklir dan militer Iran.
Ia menyebut sejumlah ilmuwan nuklir Iran tewas dan fasilitas penting mengalami kerusakan berat.
“Iran tidak lagi sama seperti sebelumnya. Serangan kami mencegah mereka memindahkan proyek nuklir dan balistik ke bawah tanah,” kata Netanyahu dilansir dari Aljazeera.
Ia juga menyinggung kondisi politik di Iran setelah muncul pemimpin tertinggi baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei.
Netanyahu menyebut pemimpin tersebut tidak memiliki kendali penuh atas negara.
“Khamenei hanyalah boneka Garda Revolusi. Dia bahkan tidak berani tampil di depan publik,” ujarnya.
Netanyahu turut menyampaikan pesan kepada rakyat Iran yang sebelumnya turun ke jalan melakukan demonstrasi.
Baca Juga: Benjamin Netanyahu Ngamuk Mau Bunuh Cucu Nabi Muhammad SAW
Ia mengatakan Israel mendukung perubahan dari dalam negeri Iran.
“Kami berdiri di pihak kalian. Tetapi pada akhirnya semua ada di tangan kalian sendiri,” ucapnya.
Pernyataan Netanyahu sejalan dengan sikap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang sebelumnya juga menyerukan rakyat Iran untuk melawan pemerintahnya.
Trump bahkan menyebut waktu kebebasan Iran sudah dekat dalam beberapa pidato terakhirnya.
Menurut Netanyahu, perang dengan Iran justru membuka peluang baru bagi Israel untuk memperkuat aliansi di kawasan Timur Tengah.
Ia menilai situasi saat ini berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Tinjau Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Anggota DPR Sudjatmiko: Situasi Sangat Mencekam
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
Tabrakan Kereta Bekasi Timur: 29 Korban Dievakuasi, 6-7 Orang Masih Terjepit
-
KAI Daop 1 Jakarta: Dua Korban Tabrakan Kereta Bekasi Timur Meninggal Dunia
-
KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, Dugaan Awal Akibat Kecelakaan Taksi Listrik
-
KAI Commuter Terapkan Rekayasa Rute Pasca Tabrakan KA di Bekasi Timur, Ini Daftar Lengkapnya
-
KAI Masih Evakuasi dan Data Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur
-
Tabrakan KRL Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Basarnas Kerahkan Tim Evakuasi
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Penyebab Tabrakan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur Masih Diselidiki