News / Nasional
Jum'at, 13 Maret 2026 | 11:18 WIB
Kementerian PU bersama PT Jasa Marga bersiap menyambut lonjakan pemudik pada momentum Lebaran 2026 dengan mengoperasikan jalur tol fungsional. (Suara.com/Adiyoga)
Baca 10 detik
  • Kementerian PU dan Jasa Marga mengoperasikan tol fungsional 11,225 km Prambanan–Purwomartani selama 16–29 Maret 2026.
  • Jalur tol gratis ini hanya melayani kendaraan golongan satu, dibuka pukul 06.00 hingga 18.00 WIB, dan satu arah keluar Yogyakarta.
  • Pengoperasian ini bertujuan mengurai kemacetan mudik, diperkirakan memangkas waktu tempuh menjadi hanya 15 menit.

Suara.com - Kementerian PU bersama PT Jasa Marga bersiap menyambut lonjakan pemudik pada momentum Lebaran 2026 dengan mengoperasikan jalur tol fungsional.

Ruas jalan tol sepanjang 11,225 kilometer yang menghubungkan Prambanan hingga Purwomartani akan dibuka sementara demi mengurai benang kusut kemacetan.

Pengoperasian jalur bebas hambatan ini dijadwalkan berlangsung selama dua pekan, tepatnya mulai tanggal 16 hingga 29 Maret 2026 dan tidak dikenakan biaya.

"Ini juga khusus untuk kendaraan golongan satu, kendaraan kecil non-bus. Hanya bisa dilalui oleh kendaraan tersebut," ujar Ahmad Izzi, Tenaga Ahli Utama Bidang Umum Humas dan Administrasi PT Jasa Marga Jogja Solo di lokasi, Jumat (13/3/2026).

Mengingat statusnya masih fungsional, para pengendara hanya diperbolehkan melintas mulai pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB.

Pembatasan waktu ini dilakukan karena sejumlah fasilitas penunjang jalan tol seperti rambu dan pagar pengaman masih bersifat sementara.

"Sudah bisa dan layak untuk dilalui, namun beberapa perlengkapan pendukungnya masih temporary," lanjut Ahmad.

Jalur fungsional ini tidak berlaku dua arah, melainkan hanya diprioritaskan bagi kendaraan yang akan keluar meninggalkan wilayah Yogyakarta.

Pengendara dari arah Solo maupun Jakarta yang ingin masuk ke Jogja tetap diwajibkan keluar melalui Gerbang Tol Prambanan seperti biasa.

Baca Juga: Tol Jogja-Solo Ruas Purwomartani-Prambanan Siap Fungsional untuk Mudik 2026, Dibuka 16 Maret

Kebijakan satu arah (exit only) ini diambil untuk mencegah penumpukan kendaraan yang masif di titik persimpangan sebidang jalan nasional yang belum tuntas pengerjaannya.

Keputusan operasional jalan pun nantinya tetap bersifat dinamis, dan bergantung sepenuhnya pada diskresi pihak kepolisian setempat.

"Akan ditentukan oleh kondisi lapangan. Misalnya polisi menganggap kepadatan sudah berlebih, ini bisa ditutup, semua kendaraan bisa dibuang di Prambanan. Atau cuaca ekstrem, pandangan terbatas, bisa juga," papar Ahmad.

Volume kendaraan di gerbang Purwomartani sendiri diprediksi mencapai angka fantastis, yakni 17 ribu unit per hari selama musim mudik berlangsung.

Dengan dibukanya segmen ini, waktu tempuh dari Purwomartani menuju Prambanan diklaim dapat dipangkas secara signifikan hingga tersisa 15 menit saja.

PT Jasa Marga Jogja Solo juga telah menyiagakan tambahan armada derek dan personel patroli untuk mengantisipasi kendala teknis yang dialami pengguna jalan di sepanjang jalur tersebut.

Load More