News / Nasional
Jum'at, 13 Maret 2026 | 18:51 WIB
Pakar hukum tata negara Feri Amsari mendesak negara mengusut tuntas pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus. (Suara.com/Yasir)
Baca 10 detik
  • Pakar hukum Feri Amsari mendesak negara mengusut tuntas penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus di Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).
  • Novel Baswedan menduga serangan terorganisir terhadap Andrie Yunus pada Kamis malam (12/3/2026) tersebut berniat untuk melakukan upaya pembunuhan.
  • Andrie Yunus diserang usai mengisi podcast di YLBHI, mengalami luka bakar serius di wajah dan mata, lalu dilarikan ke RSCM.

Diserang Usai Podcast

Andrie diserang dengan air keras oleh orang tak dikenal di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 23.37 WIB.

Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya mengatakan korban mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh, terutama wajah, mata, dada, serta kedua tangan.

“Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, mengalami serangan penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal yang mengakibatkan luka serius di sekujur tubuh,” kata Dimas.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun KontraS, beberapa hari sebelum kejadian Andrie sempat menerima sejumlah panggilan telepon dari nomor tidak dikenal.

Pada hari kejadian, Andrie lebih dulu menghadiri pertemuan di kantor Center of Economic and Law Studies (CELIOS) di Menteng sebelum menuju kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) untuk merekam podcast bertema “Remiliterisasi dan Judicial Review UU TNI”.

Usai kegiatan tersebut, Andrie mengisi bahan bakar di SPBU Cikini sebelum pulang menggunakan sepeda motor.

Saat melintas di Jalan Salemba I kawasan Talang, dua orang pelaku yang berboncengan dengan sepeda motor melawan arah langsung menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah korban.

Cairan tersebut mengenai wajah, mata, dada, dan tangan korban hingga ia berteriak kesakitan dan meminta pertolongan warga.

Baca Juga: Wakil Ketua Komisi XIII DPR Kutuk Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Desak Aparat Usut Tuntas

Pelaku kemudian melarikan diri menuju Jalan Salemba Raya. Saat kabur, pelaku diduga menjatuhkan gelas berbahan stainless steel yang digunakan untuk membawa cairan tersebut.

Korban kemudian dibawa rekannya ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Berdasarkan diagnosis awal tim dokter, Andrie mengalami luka bakar sekitar 24 persen dan dijadwalkan menjalani operasi mata berupa transplantasi membran amnion.

Load More