News / Nasional
Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:21 WIB
Rudal Brahmos buatan India-Rusia yang bakal dibeli Indonesia. [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Rencana Indonesia mengakuisisi rudal supersonik BrahMos senilai Rp5,9 triliun memunculkan kekhawatiran potensi sanksi Amerika Serikat melalui CAATSA karena keterlibatan Rusia dalam perusahaan pembuatnya.
  • Pakar Keamanan Internasional UMY, Sugeng Riyanto, menilai Indonesia memiliki kedaulatan penuh dalam menentukan kebijakan pertahanan dan memilih alutsista dari negara mana pun.
  • Ia juga menilai ancaman sanksi dari AS tidak perlu dikhawatirkan berlebihan karena pasar transfer senjata global kini semakin terbuka dan hubungan diplomatik kedua negara masih terjaga baik.

Ia merujuk pada pertemuan yang berlangsung baik antara Presiden Indonesia dengan Donald Trump belum lama ini sebagai indikator bahwa hubungan bilateral kedua negara tetap stabil, meskipun Indonesia melakukan diversifikasi sumber alutsista.

Load More