- Serangan militer gabungan AS-Israel ke Iran telah berlangsung dua pekan sejak 28 Februari 2026 tanpa tanda-tanda penyerahan Iran.
- Presiden Trump mengkritik Presiden Israel Isaac Herzog sebagai lemah terkait isu permohonan grasi yang disebut menekan Netanyahu.
- Mantan penasihat Nir Hefetz mengulas potensi politik Netanyahu di tengah tekanan hukum dan peran Yonatan Urich serta Naftali Bennett.
Dalam wawancara di radio 103FM, Hefetz menilai kembalinya Yonatan Urich ke kantor perdana menteri memang menguntungkan Netanyahu, tetapi tidak akan mengubah peta politik secara dramatis.
Yonatan Urich meruakan juru bicara utama Netanyahu dan partai Likud saat ini.
Urich dikenal sebagai ahli strategi digital yang mendirikan jaringan sosial untuk IDF dan pendamping Netanyahu dalam beberapa kampanye pemilu.
Ia menjelaskan, Urich lebih berperan sebagai pelaksana kampanye komunikasi, terutama di media digital.
Menurutnya, kemampuan utama Urich ada pada pengelolaan pesan politik dan operasi media sosial, termasuk kampanye negatif.
“Dia bukan orang yang memimpin strategi. Dia pelaksana. Strategi biasanya dipimpin oleh Netanyahu sendiri bersama penasihat lain,” ujarnya dilansir dari Maariv.
Hefetz juga menyebut nama mantan perdana menteri Naftali Bennett sebagai faktor yang bisa menentukan masa depan politik Netanyahu.
Hefetz menduga Bennett bisa saja memilih bergabung dengan Netanyahu dibanding membentuk pemerintahan yang bergantung pada partai-partai Arab.
Menurut Hefetz, ada kemungkinan tercipta kesepakatan politik tertentu untuk menjaga stabilitas pemerintahan.
Baca Juga: Hamas Kirim Pesan ke Mojtaba Khamenei, Serukan Kemenangan atas Musuh-musuh Islam
“Saya bisa membayangkan skenario, Bennett masuk pemerintahan bersama Netanyahu, mungkin dengan rotasi, disertai kesepakatan politik tertentu. Pertanyaan besarnya adalah soal hukum dan isu wajib militer,” katanya.
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
-
Hamas Kirim Pesan ke Mojtaba Khamenei, Serukan Kemenangan atas Musuh-musuh Islam
-
Masjid Al-Aqsa Ditutup 16 Hari Oleh Israel, Larangan Tarawih Pertama Sejak 1967 Guncang Yerusalem
-
Iran Tolak Negosiasi Gencatan Senjata Saat Serangan Israel Terus Berlanjut: Kami Siap Membela Diri
-
Eks Penasihat PM Israel Bongkar Skenario Partai Likud Selamatkan Benjamin Netanyahu
-
Identitas Barista Cantik di Video Netanyahu Terbongkar, Pihak Keluarga Ungkap Fakta Lain
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
Terkini
-
Tekan Konsumsi BBM, Pemerintah Pertimbangkan ASN WFA dan Sekolah Daring
-
Kasatgas Tito dan Mensos Serahkan Bansos Tahap II Rp136 Miliar Untuk Korban Bencana di Sumatera
-
Siasat Pemudik Motor: Berangkat Malam Lewat Kalimalang Agar Tak Kepanasan dan Tetap Puasa
-
Arus Mudik Lebaran 2026: Bandara Soekarno-Hatta Berangkatkan 93.998 Penumpang pada H-5
-
Tiket Kereta Mudik Lebaran 2026 Tembus 3,25 Juta, 72 Persen Kapasitas Sudah Terjual
-
KPK Amankan Bukti Chat Soal Pemerasan untuk THR Lebaran Bupati Cilacap
-
Operasional Hari Pertama, Ruas Fungsional Tol Prambanan-Purwomartani Dilintasi Ribuan Kendaraan
-
Drama Tas Berisi Rp23 Juta Tertinggal di Rest Area KM 116 A Tol Bakter, Pemilik Sempat Panik
-
Prabowo Dorong Percepatan Program Perumahan untuk Atasi Ketimpangan Sosial
-
Amnesty International Soroti Pernyataan Prabowo soal Pengamat, Ingatkan Bahaya Label Tidak Patriotik