- Presiden AS Donald Trump mengklaim memiliki hak menaklukkan Kuba di Gedung Putih, menegaskan sikapnya tanpa ragu.
- Pernyataan ini muncul setelah AS menetapkan darurat nasional Kuba, memperketat tekanan ekonomi melalui ancaman tarif minyak.
- Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel meninjau kesiapan militer dan menegaskan pertahanan total negara terhadap potensi agresi asing.
Suara.com - Pernyataan kontroversial dilontarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berbicara di Gedung Putih.
Inisiator serangan militer sepihak kepada Iran itu mengklaim memiliki hak untuk “menaklukkan” Kuba.
Dalam pernyataannya di hadapan wartawan, Trump menegaskan sikapnya tanpa ragu.
“Saya punya hak untuk menaklukkan Kuba. Saya bisa melakukan apa pun yang saya inginkan dengan pulau itu,” ujarnya dilansir dari NY Post.
Ketika ditanya ulang oleh jurnalis mengenai ucapannya, Trump tidak menarik pernyataan tersebut.
Trump justru tetap pada pendiriannya dan melanjutkan menjawab pertanyaan media.
Pernyataan ini muncul setelah kebijakan terbaru pemerintah AS terhadap Kuba.
Trump sebelumnya telah menetapkan keadaan darurat nasional terkait negara tersebut sebagai bagian dari tekanan politik dan ekonomi.
Langkah itu mencakup ancaman tarif terhadap negara-negara yang memasok minyak ke Kuba.
Baca Juga: Donald Trump dan Israel Bahas Perluasan Operasi Darat di Lebanon Selatan, Singgung Hizbullah
Kebijakan tersebut bertujuan memperketat tekanan terhadap pemerintah Kuba melalui jalur ekonomi.
Dampaknya mulai terasa di dalam negeri Kuba. Krisis bahan bakar dilaporkan memicu pemadaman listrik berkepanjangan serta gangguan transportasi dan layanan publik.
Sementara itu, Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel kegiatan Hari Pertahanan Nasional di Kuba, Jumat (13/3/2026) menegaskan kesiapan negaranya untuk darurat nasional, serbuan dari pihak asing.
Diaz-Canel saat itu mengunjungi markas besar Angkatan Darat Barat untuk meninjau kesiapan militer dan strategi pertahanan negara.
Dalam kunjungannya, Díaz-Canel mendapat paparan terkait rencana Perang Seluruh Rakyat, sebuah konsep pertahanan total yang melibatkan seluruh elemen bangsa.
“Kami terus memperkuat kesiapan menghadapi berbagai skenario,” ujar pejabat militer dalam laporan kepada presiden sepeti dikutip dari laman resmi Kepresidenan Kuba.
Berita Terkait
-
Donald Trump dan Israel Bahas Perluasan Operasi Darat di Lebanon Selatan, Singgung Hizbullah
-
Bocor! Surat Rahasia Hamas ke Mojtaba Khamenei: Negara-negara Arab Mengkhianati Palestina
-
Sebut Negara Gagal, Donald Trump Sesumbar Bisa Lakukan Apa Saja pada Kuba
-
Imbas Konflik di Timur Tengah, Formula 1 Seri GP Bahrain dan GP Saudi Resmi Dibatalkan
-
Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Temui PM Singapura, Pramono Jual Potensi Investasi di Jakarta
-
Ingin Perkuat Komunikasi Publik, BGN Tunjuk Wakil Kepalanya Jadi Juru Bicara
-
Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur sebagai Pengacara Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya
-
Bongkar Modus Mi Instan Isi 5,2 Kg Ganja! Bareskrim Tangkap Pengedar Sugiono di Malang
-
Kata-kata Donald Trump soal Dana Rekontruksi Iran Pasca Perang Rp4.900 Triliun dari AS
-
Bobby Nasution Larang Keras ASN dan Pegawai BUMD di Sumut Pakai Vape
-
Jokowi Resmi Berjaket PSI? Pengamat Sebut Bisa Jadi Ancaman Elektoral bagi PDIP
-
Bukan Sedotan, Penelitian Global Temukan Kemasan Makanan Jadi Penyumbang Utama Sampah Plastik Laut
-
Wapres AS Bocorkan Isi Perjanjian Damai, Iran Bakal Cuan Banyak
-
Mendagri dan Menteri PKP Bakal Revisi Definisi MBR Serta Menghapus Hambatan Domisili