News / Internasional
Selasa, 17 Maret 2026 | 12:43 WIB
Ilustrasi bangunan rusak usai dihantam rudal Israel [MOHAMMED ABED / AFP]
Baca 10 detik
  • Gideon Rapaport (86) menolak meninggalkan rumahnya di kibbutz Misgav Am, dekat perbatasan Lebanon, meski dihujani serangan roket Hezbollah.
  • Ketegangan meningkat akibat serangan roket Hezbollah sebagai dukungan Iran, bahkan menyebabkan dua tentara Israel tewas di dekat lokasi Rapaport.
  • Militer Israel terus melanjutkan operasi militer karena Iran menyatakan tidak pernah meminta gencatan senjata resmi terkait konflik tersebut.

“Untungnya ibu saya berada di ruang aman saat roket menghantam bagian belakang rumah,” kata Efasi. “Beberapa meter lebih dekat, ceritanya mungkin akan sangat berbeda.”

Ia menunjukkan kerusakan parah di rumahnya, termasuk kamar mandi yang hancur akibat ledakan. “Ayah saya membangun rumah ini dengan tangannya sendiri. Sekarang kami akan membangunnya kembali,” ujarnya.

Sementara itu, pihak militer Israel menegaskan akan terus melanjutkan operasi hingga ancaman Hezbollah dihentikan.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengirim pesan ataupun permintaan resmi terkait penghentian perang.

Ia menyebut Iran tetap menjalankan perlawanan terhormat dan tak tergoyahkan terhadap apa yang disebutnya sebagai agresi militer dari AS dan Israel.

“Kami tidak pernah meminta gencatan senjata. Namun perang ini harus berakhir dengan cara yang membuat musuh tidak lagi berpikir untuk menyerang,” ujar Araghchi dilansir dari Tasnimnews.

Kontributor: Adam Ali

Load More