- Iran menutup Selat Hormuz sebagai respons serangan AS dan Israel pada Februari yang menewaskan Ayatollah Khamenei dan pejabat tinggi.
- Senator Schumer mengkritik Presiden Trump karena meminta bantuan China mengatasi blokade, menunjukkan kebijakan yang dianggap tanpa perencanaan matang.
- Trump meminta negara-negara lain mengerahkan kapal ke Selat Hormuz, namun China memilih jalur diplomasi tanpa komitmen militer langsung.
Penutupan Selat Hormuz berpotensi melumpuhkan pasokan energi dunia dan memicu lonjakan harga minyak yang tidak terkendali.
Beberapa pengamat politik internasional bahkan menyebut bahwa posisi Trump saat ini mulai terlihat putus asa menghadapi dampak dari serangan yang ia perintahkan sendiri.
Keputusasaan tersebut tercermin dari upaya Trump untuk merangkul negara-negara lain, termasuk China, guna menekan Iran agar segera membuka kembali Selat Hormuz.
Melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump menyerukan agar komunitas internasional mengerahkan kekuatan militer mereka ke kawasan tersebut.
"Mudah-mudahan China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan negara-negara lain yang terdampak pembatasan buatan ini akan mengirim kapal ke daerah tersebut sehingga Selat Hormuz tak lagi jadi ancaman bagi negara yang benar-benar lumpuh," tulis Trump di Truth Social pada akhir pekan lalu.
Hingga saat ini, Negeri Tirai Bambu belum memberikan komitmen atau janji apapun terkait permintaan bantuan militer dari Amerika Serikat tersebut.
China, yang memiliki kepentingan besar terhadap stabilitas pasokan energi namun juga menjaga hubungan diplomatik dengan Iran, memilih untuk bersikap hati-hati.
Juru Bicara Kedutaan Besar China di AS, Liu Pengyu, memberikan pernyataan yang cenderung normatif dan fokus pada aspek keamanan energi global tanpa menyetujui pengerahan kapal perang secara langsung.
"Semua pihak bertanggung jawab untuk memastikan pasokan energi stabil dan tidak terhambat," kata Liu, dikutip Al Jazeera.
Baca Juga: Trump Berang! Sindir Sekutu Ogah Kirim Kapal ke Selat Hormuz Meski 40 Tahun Dilindungi AS
Lebih lanjut, Liu menjelaskan bahwa posisi China saat ini adalah mengedepankan jalur diplomasi untuk meredakan ketegangan yang ada. China akan memperkuat komunikasi dengan pihak terkait "untuk deesekalasi."
Perlu dicatat bahwa China merupakan salah satu negara yang memiliki hubungan ekonomi dan politik yang sangat erat dengan Iran. Pasca tewasnya Ayatollah Ali Khamenei, Iran kini berada di bawah kepemimpinan baru yang tetap mendapat dukungan diplomatik dari Beijing.
Dalam berbagai kesempatan, Beijing menegaskan bahwa setiap negara harus menghormati keputusan dan kedaulatan negara lain, sebuah pernyataan yang secara tersirat mengkritik intervensi militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Kini, dunia internasional sedang memantau apakah seruan Trump akan direspons oleh negara-negara sekutu maupun rival, atau justru Amerika Serikat harus menghadapi konsekuensi ekonomi dan militer dari konflik Timur Tengah ini sendirian di tengah blokade Selat Hormuz yang masih berlangsung.
Berita Terkait
-
Trump Berang! Sindir Sekutu Ogah Kirim Kapal ke Selat Hormuz Meski 40 Tahun Dilindungi AS
-
Serangan AS ke Pulau Kharg, Upaya Trump Matikan Pasokan Minyak Iran
-
Analisis Militer: Iran Pakai Strategi 'Vietnam Kedua' yang Bikin AS Putus Asa
-
Donald Trump Naik Pitam, Keir Starmer Bersikeras Inggris Ogah Bantu AS Lawan Iran
-
Trump Ancam Serang Kuba, Presiden Miguel Daz Canel Siapkan 'Neraka' untuk Pasukan AS
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Analisis Militer: Iran Pakai Strategi 'Vietnam Kedua' yang Bikin AS Putus Asa
-
Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran
-
6 Fakta Kecelakaan Bus Haryanto Tabrak 5 Mobil Pemudik di Tol Batang
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
Terkini
-
DPR Dorong Kemenkes Pastikan Pengobatan Terbaik untuk Andrie Yunus
-
Patut Dicontoh! Gotong Royong Iuran JKN di DIY
-
Nyawa Pelajar Melayang Usai Bentrokan di Bandung, Menteri PPPA Soroti Keamanan Anak
-
Trump Berang! Sindir Sekutu Ogah Kirim Kapal ke Selat Hormuz Meski 40 Tahun Dilindungi AS
-
Cerita Unik Pemudik di Terminal Kalideres: Pengalaman Pertama hingga Tradisi Tahunan
-
Kasus Serangan Air Keras Andrie Yunus, Tim Advokasi: Ini Serangan Sistematis
-
Program MBG Libur Saat Lebaran, BGN Klaim Hemat Anggaran Rp5 Triliun
-
Megawati Gelar Open House Lebaran di Kantor PDIP, Beda dari Tahun Sebelumnya! Ada Apa?
-
Keamanan Freeport Bobol: Ke Mana Larinya Anggaran Pengamanan Rp1 Triliun?
-
Menaker Temukan Sopir Bus Hanya Tidur 2 Jam Jelang Mudik, Langsung Dicegah Berangkat