- Kemenhub menyatakan kenaikan harga tiket Lebaran 2026 disebabkan oleh menipisnya kursi penerbangan langsung.
- Tiket mahal seringkali merupakan rute tidak langsung dengan banyak transit, seperti contoh Manokwari ke Padang.
- Kemenhub mengimbau agen perjalanan online agar transparan mengenai ketersediaan dan rute transit tiket.
Suara.com - Kementerian Perhubungan buka suara terkait keluhan masyarakat soal mahalnya harga tiket pesawat jelang Lebaran 2026 yang ramai diperbincangkan di media sosial. Pemerintah menilai lonjakan harga yang terlihat bukan semata karena tarif naik, melainkan akibat ketersediaan kursi yang sudah menipis, terutama untuk rute langsung.
Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan, Agustinus Budi, menjelaskan bahwa tiket yang masih tersedia di platform online travel agent umumnya merupakan rute tidak langsung dengan beberapa kali transit, sehingga harga menjadi jauh lebih mahal.
“Yang ditawarkan oleh online travel agent itu rute-rute yang kalau secara direct sudah habis. Sehingga dilakukan transit lebih dari satu kali dan itu membuat harganya membengkak,” ujar Agustinus dalam konferensi pera virtual bersama Kemenpar, Selasa (17/3/2026).
Ia mencontohkan rute dari Manokwari ke Padang yang tidak memiliki penerbangan langsung. Penumpang harus transit, biasanya melalui Jakarta, sebelum melanjutkan perjalanan ke tujuan akhir.
“Kalau kita hitung sebenarnya tidak akan lebih dari sekitar Rp8–9 juta. Tapi yang ditawarkan bisa hampir Rp16–17 juta karena transitnya lebih dari satu kali,” jelasnya.
Menurut Agustinus, kondisi ini memicu persepsi keliru di masyarakat yang menganggap harga tiket melonjak drastis. Padahal, yang terjadi adalah keterbatasan tiket langsung serta kombinasi rute transit yang membuat biaya perjalanan meningkat.
Kemenhub pun mengimbau agen perjalanan online untuk lebih transparan dalam menampilkan informasi kepada konsumen, terutama saat tiket untuk rute langsung sudah habis.
“Kalau memang tiketnya sudah tidak ada, sebaiknya disampaikan bahwa tiketnya tidak tersedia, supaya tidak menimbulkan persepsi yang salah,” tegasnya.
Selain itu, Kemenhub juga menemukan praktik yang melanggar aturan, seperti penjualan tiket rute domestik yang justru transit ke luar negeri atau dikenal dengan praktik kabotase.
Baca Juga: Lebih dari 116 Ribu Orang Ikut Mudik Gratis BUMN 2026, Realisasi Lampaui Target 10 Persen
“Masih kami temukan tiket domestik yang harus transit ke luar negeri, padahal itu melanggar. Bahkan ditawarkan oleh maskapai asing,” ungkapnya.
Tak hanya itu, lonjakan harga juga dipengaruhi oleh ketersediaan kelas penerbangan. Agustinus menyebut, pada banyak kasus, tiket kelas ekonomi sudah habis, sehingga yang tersisa hanya kelas bisnis dengan harga jauh lebih tinggi.
“Ada juga yang kelas bisnis dengan satu kali transit, sehingga harganya bisa di atas Rp15 juta. Ini yang perlu dijelaskan ke masyarakat,” katanya.
Pemerintah berharap seluruh pihak, termasuk maskapai dan agen perjalanan, dapat menjaga transparansi informasi selama periode mudik Lebaran agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
“Kita sama-sama jaga kondusivitas, supaya tidak terkesan pemerintah tidak punya program,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Polda Jateng Selidiki Kematian Dugaan Bunuh Diri Taruna Akpol: Baru Ikuti Pembukaan Pendidikan
-
Menguji Klaim Sudaryono, Benarkah Membandingkan Sekolah Rusak dengan MBG Tak Fair?
-
Gandeng Produser TWICE, Shi Shi Siap Go International Lewat EP 'The Taste Of...'
-
Digerebek Tanpa Busana di Kontrakan, 3 Pria Diduga Pesta Gay di Citeureup Diarak Warga
-
Batik Ciprat Buka Harapan Baru bagi Penyandang Disabilitas di Banyuwangi
-
Meki Nawipa: Pendapatan Daerah Papua Tengah Lampaui Target, PAD Tumbuh hingga 114,5 Persen
-
Ironi Pajak vs Korupsi: Kemewahan yang Dibayar dari Keringat Rakyat
-
Bank Neo Commerce Raup Laba Rp294,85 Miliar di Semester I-2026
-
Pembukaan MPLS, Orang Tua Siswa Terharu Anaknya Masuk Sekolah Rakyat
-
Petani Tembakau Ingatkan Pemerintah akan Ada 'Tsunami Ekonomi'