News / Internasional
Rabu, 18 Maret 2026 | 17:51 WIB
Menteri Pertahanan Israel, Yisrael Katz mengklaim bahwa Menteri Intelijen Iran, Esmaeil Khatib, tewas dalam serangan malam yang dilakukan oleh Angkatan Pertahanan Israel (IDF) pada Selasa malam waktu setempat. [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Menteri Pertahanan Israel mengklaim IDF sukses menyerang dan menewaskan Menteri Intelijen Iran pada Selasa malam.
  • Pemerintah Iran belum memberikan konfirmasi resmi mengenai kabar kematian Menteri Intelijen Esmaeil Khatib.
  • Israel mengindikasikan wewenang menarget pejabat tinggi Iran selanjutnya tanpa perlu persetujuan dari Netanyahu.

Suara.com - Menteri Pertahanan Israel, israel Katz mengklaim bahwa Menteri Intelijen Iran, Esmaeil Khatib, tewas dalam serangan yang dilakukan oleh Angkatan Pertahanan Israel (IDF) pada Selasa malam waktu setempat.

Namun, pihak Iran hingga kini belum memberikan konfirmasi resmi atas kabar tersebut.

Katz menyatakan, “Saya dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah memberi wewenang kepada militer untuk menarget pejabat tinggi Iran berikutnya tanpa perlu persetujuan tambahan.”

Sumber The Jerusalem Post menyebut, hasil serangan awal masih belum sepenuhnya jelas.

“Ada optimisme serangan berhasil, tetapi tidak ada hasil definitif yang dikonfirmasi,” kata salah satu sumber.

Sumber lain menyatakan, “Upaya telah dilakukan, tetapi hasilnya masih samar.”

Khatib, yang menjabat sejak Agustus 2021 di era Presiden Ebrahim Raisi, dikenal sebagai tokoh garis keras dekat Ayatollah Ali Khamenei.

Saat Raisi meninggal dalam kecelakaan helikopter, Presiden Masoud Pezeshkian mempertahankan Khatib di posisi tersebut, langkah yang jarang terjadi karena biasanya presiden baru mengganti menteri dengan orang dekatnya.

“Khatib dianggap sebagai hardliner yang mampu menahan pengaruh moderat Pezeshkian,” tulis laporan Jerusalem Post.

Baca Juga: AS dan Israel Dinilai Kewalahan Hadapi Iran, Pengamat Senior Ungkap Faktor Kunci Kekuatan

Ini menjadi pembunuhan pejabat tinggi Iran yang signifikan sejak awal konflik, menyusul tewasnya Ali Larijani dan kepala pasukan Basij Gholamreza Soleimani beberapa hari sebelumnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan sistem politik negara itu tetap kokoh meski tokoh pentingnya tewas.

“Republik Islam Iran memiliki struktur politik yang kuat dengan institusi politik, ekonomi, dan sosial yang mapan,” ujar Araghchi dalam wawancara dengan Al Jazeera, Rabu (18/3/2026).

“Kehadiran atau ketiadaan satu individu tidak memengaruhi struktur ini.”

Larijani, 67 tahun, merupakan tokoh dekat almarhum pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan putranya, Mojtaba Khamenei.

Pembunuhannya menandai hilangnya figur senior tertinggi di kepemimpinan Teheran sejak serangan udara awal perang yang dimulai 28 Februari lalu.

Load More