News / Nasional
Rabu, 18 Maret 2026 | 20:54 WIB
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin [Suara.com/Muhammad Yasir]
Baca 10 detik
  • Polda Metro Jaya mengidentifikasi dua terduga eksekutor penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus melalui analisis ilmiah CCTV.
  • Pengungkapan kasus ini didukung 15 keterangan saksi dan sinkronisasi data kepolisian, menghasilkan identitas kuat pelaku utama.
  • Mabes TNI mengamankan empat terduga pelaku anggota BAIS TNI yang kini diperiksa oleh Pusat Polisi Militer.

Suara.com - Polda Metro Jaya mengungkap identitas pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, melalui metode scientific crime investigation yang menitikberatkan pada analisis CCTV, keterangan saksi, dan sinkronisasi data kepolisian.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menjelaskan, pengungkapan kasus ini bertumpu pada penelusuran rekaman CCTV di lokasi kejadian hingga jalur pelarian pelaku.

Dari rangkaian rekaman tersebut, penyidik memetakan pergerakan pelaku secara utuh, baik sebelum maupun sesudah aksi penyiraman terjadi.

Analisis digital kemudian mengungkap detail krusial, termasuk wajah pelaku yang sempat terekam jelas sebelum mengenakan helm, serta pakaian yang digunakan saat beraksi.

"Kami melakukan analisa secara mendalam dan scientific. Dari rekaman CCTV, ditemukan kecocokan identitas yang sangat kuat, mulai dari wajah pelaku hingga pakaian yang digunakan, yang identik dengan saat kejadian," ujar Iman saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (18/3/2026).

Temuan tersebut diperkuat dengan keterangan 15 saksi serta pencocokan dengan database kepolisian. Dari proses itu, penyidik berhasil mengidentifikasi dua terduga pelaku utama selaku eksekutor berinisial BHW dan MAK.

Selain itu, penyidik juga menemukan indikasi perubahan pakaian pelaku di beberapa titik, yang semakin menguatkan konstruksi peristiwa dan keterlibatan pelaku.

Iman menegaskan, metode scientific crime investigation menjadi kunci dalam membuka kasus ini secara objektif dan terukur, sekaligus memastikan setiap temuan memiliki dasar pembuktian yang kuat.

Penyidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan pelaku lain maupun aktor intelektual di balik aksi tersebut.

Baca Juga: Kasus Air Keras Andrie Yunus: Polisi Periksa 15 Saksi, Pelaku Diduga Bisa Lebih dari 4 Orang

Koordinasi dengan Polisi Militer TNI juga dilakukan menyusul adanya dugaan keterlibatan oknum anggota dalam kasus ini.

Empat Anggota BAIS Terduga Pelaku

Sementara, Mabes TNI sebelumnya mengklaim telah mengamankan empat terduga pelaku yang merupakan anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, masing-masing berinisial NDP, SL, BHW, dan ES. Keempatnya kini menjalani pemeriksaan di Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI.

Di sisi lain, Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan mendesak agar pengusutan kasus tidak berhenti pada pelaku lapangan, tetapi juga menjerat aktor intelektual.

Koalisi meminta perkara dibawa ke peradilan umum guna menjamin transparansi dan akuntabilitas, serta mendorong Komnas HAM melakukan penyelidikan atas dugaan pelanggaran HAM.

Load More