News / Nasional
Kamis, 19 Maret 2026 | 17:36 WIB
Presiden Prabowo Subianto bertemu Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka pada Kamis (19/3/2026). (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto bertemu Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka pada Kamis (19/3/2026), didampingi Puan Maharani.
  • Diskusi dua jam tersebut membahas isu strategis bangsa, geopolitik, dan pengalaman kepemimpinan dalam menghadapi krisis.
  • Pertemuan ini dipandang PDIP sebagai implementasi budaya musyawarah bangsa demi kepentingan rakyat dan negara.

Suara.com - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, memberikan keterangan resmi terkait pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dengan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, di Istana Merdeka, Kamis (19/3/2026).

Hasto mengonfirmasi bahwa pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana yang sangat hangat. Megawati hadir didampingi oleh Ketua DPR RI yang juga putrinya, Puan Maharani.

“Benar bahwa pada hari ini, Kamis, 19 Maret 2026 telah diadakan pertemuan antara kedua pemimpin Presiden Prabowo Subianto dan Ibu Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka. Dalam pertemuan tersebut, Ibu Megawati didampingi oleh Mbak Puan Maharani,” ujar Hasto dalam keterangan tertulisnya yang dikirim kepada Suara.com, Kamis sore.

Menurut Hasto, pertemuan tersebut berlangsung cukup lama, yakni lebih dari dua jam. 

Megawati menggambarkan momen kebersamaan tersebut layaknya pertemuan dua sahabat lama yang sudah lama tidak bersua.

“Ibu Megawati menyampaikan kepada saya bahwa itu adalah pertemuan teman lama dan berlangsung secara akrab selama lebih dari 2 jam,” ungkapnya.

Meski berlangsung akrab, Hasto menyebutkan bahwa kedua pemimpin tersebut membahas persoalan-persoalan mendasar yang tengah dihadapi bangsa, termasuk dinamika politik global yang kian kompleks. 

Prabowo dan Megawati berdiskusi mendalam mengenai pengalaman kepemimpinan dalam menghadapi krisis.

“Di dalam pertemuan kedua pemimpin tersebut, dibahas hal-hal strategis tentang persoalan bangsa dan negara, serta berbagai persoalan geopolitik. Pengalaman Ibu Megawati yang sangat luas, terutama sebagai Presiden Kelima RI yang mampu menyelesaikan krisis multidimensional, termasuk berbagai pendekatan kebijakan yang selalu menekankan pentingnya sense of priority dan sense of urgency, menjadi salah satu hal yang didiskusikan dalam pertemuan tersebut,” jelasnya.

Baca Juga: Sikap Dingin Iran dan Tantangan Berat Prabowo Menjadi Juru Damai di Timur Tengah

Selain isu domestik, peran internasional Indonesia juga menjadi poin pembicaraan yang krusial. Megawati pun sempat menceritakan perjalanannya ke Timur Tengah beberapa waktu lalu.

“Demikian juga terkait dengan persoalan geopolitik, khususnya kepeloporan Indonesia dalam Konferensi Asia Afrika, Gerakan Non Blok, dan berbagai peran penting dalam membangun tata dunia baru melalui politik luar negeri bebas aktif. Pada kesempatan yang sangat bagus tersebut, Ibu Megawati juga menceritakan kunjungan terakhir Beliau ke Uni Emirat Arab dan Saudi Arabia,” tambahnya.

Lebih lanjut, Hasto menegaskan bahwa PDI Perjuangan memandang pertemuan ini sebagai implementasi dari budaya politik bangsa yang mengedepankan musyawarah. Pertemuan ini dianggap sebagai langkah nyata demi kepentingan rakyat di atas kepentingan golongan.

“PDI Perjuangan menegaskan bahwa bangsa Indonesia memiliki semangat gotong royong sehingga pertemuan antarpemimpin bangsa sebagaimana terjadi dengan Presiden Prabowo dan Presiden Kelima Megawati Soekarnoputri selain sesuai dengan kultur bangsa, untuk saling berdialog, bermusyawarah, juga ditujukan bagi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.

Sebelumnya, di penghujung bulan suci Ramadan 1447 H, sebuah pertemuan penting antar-tokoh bangsa terjadi di Istana Merdeka. Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri.

Momen bersejarah tersebut dibagikan langsung oleh Presiden Prabowo melalui akun media sosial instagram resminya pada hari ke-29 Ramadan. 

Load More