-
Netanyahu memperingatkan bahwa jangkauan rudal Iran kini menjadi ancaman nyata bagi keamanan Eropa.
-
Pemerintah Israel meluncurkan Operasi Epic Fury sebagai bentuk respons terhadap serangan di wilayah Arad.
-
Tokoh oposisi menuding kebijakan perang sengaja diperpanjang guna kepentingan mempertahankan kekuasaan politik domestik.
Netanyahu menganggap selamatnya nyawa penduduk di tengah hujan rudal tersebut sebagai sebuah mukjizat besar.
Pihak otoritas menegaskan bahwa setiap tindakan balasan yang mereka luncurkan selalu memiliki perhitungan yang sangat matang.
Israel merespons dengan kekuatan besar, tetapi tidak menargetkan warga sipil.
Pemerintah juga menghimbau agar seluruh masyarakat tetap berada dalam posisi waspada terhadap potensi serangan susulan.
Warga diminta untuk tidak meremehkan prosedur keselamatan dan selalu siap menuju ruang perlindungan bawah tanah.
Menteri Keuangan Bezalel Smotrich turut hadir di lokasi untuk memastikan proses pemulihan berjalan dengan sangat cepat.
Pihak kementerian berjanji akan memangkas semua prosedur administratif yang rumit demi mempercepat penyaluran dana bantuan.
Pemerintah menjamin setiap individu yang kehilangan tempat tinggal akan mendapatkan perhatian penuh secara finansial maupun logistik.
Di sisi lain Menteri Luar Negeri Gideon Sa'ar melayangkan protes keras terhadap pola serangan pihak lawan.
Baca Juga: Arab Saudi Usir Atase Militer Iran, MBS Disebut Desak Trump Terus Gempur Teheran
Ia menyatakan bahwa tindakan sengaja menyasar area padat penduduk merupakan bentuk pelanggaran hukum internasional yang berat.
Sa'ar melabeli peristiwa yang menimpa warga Arad tersebut sebagai sebuah tindakan kejahatan perang yang nyata.
Sementara itu Menteri Pertahanan Israel Katz menyatakan kesiapan pasukannya untuk terus melakukan operasi penekanan militer.
Katz menegaskan bahwa durasi pertempuran tidak akan terikat oleh penanggalan hari besar agama tertentu.
Presiden Isaac Herzog tetap menyuarakan optimisme bahwa ketegangan ini akan menemukan titik akhir dalam waktu dekat.
Namun ia mengingatkan bahwa proses menuju perdamaian memerlukan waktu yang tidak bisa didapatkan secara instan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Seberapa Penting Selat Hormuz untuk Dunia?
-
Strategi Mengerikan Perang Iran, Makin Ganas Hingga Diprediksi Akan Kalahkan AS - Israel
-
Preseden Buruk Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, ICW Sebut Dewas Harus Periksa Pimpinan KPK
-
4 Anggota BAIS TNI Terlibat Teror Air Keras, DPR Desak Pengusutan Transparan
-
Jet Siluman Amerika Serikat Seperti Pesawat Mainan, Dipecundangi Iran Sampai Rontok
-
Krisis Iklim Menguat, Indonesia Butuh Komitmen Politik Kuat untuk Memitigasinya
-
Cemburu Berujung Maut, Suami Siri Bunuh Cucu Mpok Nori di Cipayung
-
Israel Porak-poranda Dibom Rudal Kiamat Iran, Negara Tetangga Ikut Repot Hingga Ratusan Orang Tewas
-
KPK Jadikan Yaqut Cholil Qoumas Tahanan Rumah, DPR: Ini Tidak Lazim
-
Spesifikasi Pesawat Tempur F-35, Jet Siluman Amerika Serikat Keok Ditembak Iran