- IRGC mengklaim unit pertahanan udaranya berhasil menembak jet tempur F-16 Israel di Iran tengah pada Sabtu dini hari (21/3/2026).
- Militer Israel mengonfirmasi adanya serangan darat-ke-udara namun membantah bahwa pesawat mereka mengalami kerusakan signifikan.
- Selain F-16, Iran sebelumnya juga mengumumkan keberhasilan menembak jatuh jet tempur siluman F-35 Amerika Serikat pada Kamis (19/3/2026).
Suara.com - Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) secara resmi mengumumkan keberhasilan unit pertahanan udara mereka dalam menyasar jet tempur F-16 milik Angkatan Udara Israel.
Insiden dramatis ini dilaporkan terjadi di wilayah kedaulatan Iran bagian tengah pada Sabtu (21/3/2026).
Pernyataan ini muncul sebagai respons atas meningkatnya ketegangan regional yang dipicu oleh serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat ke wilayah Iran pada akhir Februari lalu.
Melalui kanal berita resminya, pihak Garda Revolusi menegaskan bahwa operasi penindakan terhadap pesawat asing tersebut dilakukan pada jam-jam krusial dini hari.
"Sebuah jet tempur F-16 musuh milik rezim Zionis ditembak pada pukul 03.45 di Iran tengah," kata IRGC di situs web Sepah News.
Di sisi lain, militer Israel memberikan konfirmasi mengenai adanya aktivitas serangan yang menyasar pesawat tempur mereka.
Kendati demikian, Tel Aviv enggan merinci spesifikasi jet yang menjadi sasaran rudal tersebut.
Mereka mengeklaim bahwa operasi udara tetap berjalan meski dihujani proyektil darat-ke-udara dari pihak Iran.
Bantahan keras juga datang dari pihak Israel terkait tingkat kerusakan armada mereka.
Baca Juga: Ketegangan Selat Hormuz Memuncak: Ultimatum Trump Picu Ancaman Balasan dari Teheran
Menurut klaim mereka, serangan tersebut tidak memberikan dampak berarti bagi kelangsungan operasi udara yang sedang dijalankan.
"Tidak ada kerusakan pada pesawat," klaimnya.
Ketidaksamaan laporan antara kedua belah pihak menciptakan tabir misteri mengenai kondisi fisik pesawat yang dimaksud, meskipun media lokal Iran telah menyebarkan rekaman visual yang menunjukkan kepulan asap tebal di atas langit Iran tengah sebagai bukti kuat adanya hantaman di udara.
Klaim penembakan F-16 ini bukanlah satu-satunya pencapaian yang digembar-gemborkan oleh Teheran dalam sepekan terakhir.
Sebelumnya, pada Kamis (19/3/2026), Iran sempat mengejutkan dunia internasional dengan mengumumkan jatuhnya jet tempur siluman paling canggih milik Amerika Serikat, F-35 Lightning 2.
Keberhasilan tersebut dikaitkan dengan efektivitas sistem pertahanan udara modern milik Iran yang beroperasi pada dini hari.
Bukti digital berupa video jatuhnya pesawat bahkan telah tersebar luas, termasuk melalui saluran diplomatik resmi Iran di luar negeri.
Mengenai kondisi terakhir armada Amerika yang menjadi sasaran sebelumnya, IRGC menyatakan proses evakuasi dan pencarian fakta masih terus berlangsung di lapangan.
"Nasib jet tempur itu belum jelas dan sedang diselidiki, dan kemungkinan jatuhnya sangat tinggi," tulis pernyataan itu dikutip dari Hindustan Times.
Berita Terkait
-
Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil
-
Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda
-
Arab Saudi Usir Atase Militer Iran, MBS Disebut Desak Trump Terus Gempur Teheran
-
Internet Iran Lumpuh 23 Hari, Pemadaman Terpanjang dalam Sejarah
-
Jarang Diekspos Media Barat, Berapa Korban dari Israel pada Serangan Balik Iran?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT