-
Militer Iran mengklaim telah menembak jatuh jet F-15 Amerika Serikat di Pulau Hormuz.
-
Israel melaporkan 400 rudal Iran menyerang, menyebabkan 180 orang terluka dan ribuan mengungsi.
-
Palang Merah Iran mencatat 81.000 bangunan rusak akibat serangan udara gabungan AS-Israel.
Walaupun mayoritas rudal berhasil dihancurkan di udara, beberapa ledakan tetap terjadi di kawasan pemukiman warga sipil.
Dua kota di bagian selatan Israel menjadi titik utama jatuhnya material peledak yang memicu kepanikan luar biasa.
Akibat ledakan tersebut, fasilitas medis di wilayah selatan dipenuhi oleh warga yang membutuhkan bantuan darurat segera.
Tercatat sekitar 180 penduduk dari kota Arad dan Dimona harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit setempat.
Kondisi ini memicu gelombang pengungsian besar-besaran karena warga merasa tidak lagi aman berada di dalam rumah.
Kementerian Kesejahteraan dan Jaminan Sosial Israel terus melakukan pendataan terhadap warga yang kehilangan tempat tinggal mereka.
Ribuan orang kini bergantung pada bantuan pemerintah setelah hunian mereka terdampak langsung oleh serangan balistik tersebut.
Sekitar 2.700 orang dilaporkan telah meninggalkan kediaman mereka untuk mencari perlindungan di lokasi yang lebih aman.
Dari total pengungsi tersebut, 1.000 orang di antaranya berasal dari kawasan terdampak paling parah yakni Arad dan Dimona.
Baca Juga: Israel Lumpuh, Iran Sulap 2 Wilayah Zionis Ini Jadi Kota Hantu
Layanan darurat terus bekerja sepanjang waktu untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi dapat terpenuhi di tengah perang.
Kondisi di dalam wilayah Iran sendiri tidak kalah memprihatinkan akibat serangan balasan dari pihak Amerika Serikat dan Israel.
Laporan dari organisasi kemanusiaan menunjukkan skala kerusakan infrastruktur sipil yang sangat masif di berbagai provinsi Iran.
Palang Merah Iran mencatat bahwa puluhan ribu bangunan tempat tinggal warga kini dalam kondisi hancur atau rusak berat.
Setidaknya 81.000 unit bangunan sipil dilaporkan terkena dampak langsung dari agresi udara gabungan yang dilancarkan lawan.
Skala kerusakan ini mencerminkan betapa dahsyatnya kekuatan senjata yang digunakan dalam konflik bersenjata di awal tahun 2026 ini.
Selain rumah warga, serangan tersebut juga menyasar berbagai fasilitas publik yang seharusnya dilindungi dalam aturan peperangan.
Banyak tenaga medis dan ambulans yang tidak bisa menjalankan tugasnya karena menjadi target dari operasi militer udara tersebut.
Dunia internasional kini menyoroti tindakan penargetan sekolah dan pusat kesehatan sebagai tindakan yang melampaui batas etika perang.
Pihak berwenang menyatakan bahwa penargetan pusat medis, sekolah, ambulans, dan pekerja bantuan merupakan pelanggaran "jelas" terhadap hukum humaniter internasional dan Konvensi Jenewa.
Ketentuan global dalam Konvensi Jenewa seharusnya menjadi pagar pembatas agar warga sipil dan fasilitas bantuan tetap aman di zona konflik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek