News / Internasional
Senin, 23 Maret 2026 | 12:25 WIB
Jet tempur F-15
Baca 10 detik
  • Militer Iran mengklaim telah menembak jatuh jet F-15 Amerika Serikat di Pulau Hormuz.

  • Israel melaporkan 400 rudal Iran menyerang, menyebabkan 180 orang terluka dan ribuan mengungsi.

  • Palang Merah Iran mencatat 81.000 bangunan rusak akibat serangan udara gabungan AS-Israel.

Walaupun mayoritas rudal berhasil dihancurkan di udara, beberapa ledakan tetap terjadi di kawasan pemukiman warga sipil.

Dua kota di bagian selatan Israel menjadi titik utama jatuhnya material peledak yang memicu kepanikan luar biasa.

Akibat ledakan tersebut, fasilitas medis di wilayah selatan dipenuhi oleh warga yang membutuhkan bantuan darurat segera.

Tercatat sekitar 180 penduduk dari kota Arad dan Dimona harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit setempat.

Kondisi ini memicu gelombang pengungsian besar-besaran karena warga merasa tidak lagi aman berada di dalam rumah.

Kementerian Kesejahteraan dan Jaminan Sosial Israel terus melakukan pendataan terhadap warga yang kehilangan tempat tinggal mereka.

Ribuan orang kini bergantung pada bantuan pemerintah setelah hunian mereka terdampak langsung oleh serangan balistik tersebut.

Sekitar 2.700 orang dilaporkan telah meninggalkan kediaman mereka untuk mencari perlindungan di lokasi yang lebih aman.

Dari total pengungsi tersebut, 1.000 orang di antaranya berasal dari kawasan terdampak paling parah yakni Arad dan Dimona.

Baca Juga: Israel Lumpuh, Iran Sulap 2 Wilayah Zionis Ini Jadi Kota Hantu

Layanan darurat terus bekerja sepanjang waktu untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi dapat terpenuhi di tengah perang.

Kondisi di dalam wilayah Iran sendiri tidak kalah memprihatinkan akibat serangan balasan dari pihak Amerika Serikat dan Israel.

Laporan dari organisasi kemanusiaan menunjukkan skala kerusakan infrastruktur sipil yang sangat masif di berbagai provinsi Iran.

Palang Merah Iran mencatat bahwa puluhan ribu bangunan tempat tinggal warga kini dalam kondisi hancur atau rusak berat.

Setidaknya 81.000 unit bangunan sipil dilaporkan terkena dampak langsung dari agresi udara gabungan yang dilancarkan lawan.

Skala kerusakan ini mencerminkan betapa dahsyatnya kekuatan senjata yang digunakan dalam konflik bersenjata di awal tahun 2026 ini.

Load More