-
Personel militer Amerika Serikat mulai memprotes kebijakan perang karena enggan mati demi Israel.
-
Mental prajurit jatuh akibat ketidakjelasan tujuan politik dalam agresi militer melawan kekuatan Iran.
-
Pentagon tengah menyiapkan rencana pengerahan pasukan darat meskipun moral anggota militer sedang terpuruk.
Suara.com - Gejolak internal kini mulai melanda jajaran angkatan bersenjata tentara Amerika Serikat di tengah meningkatnya tensi pertempuran melawan Iran.
Sejumlah personel militer dilaporkan merasa sangat kecewa dengan arah kampanye serangan udara yang melibatkan kekuatan Pentagon di wilayah tersebut.
Berdasarkan laporan terbaru dari media HuffPost, banyak prajurit mulai menyuarakan ketidakpuasan mereka secara terbuka melalui berbagai kanal informasi.
Keresahan ini muncul seiring dengan meningkatnya intensitas kontak senjata yang melibatkan aliansi strategis antara Amerika Serikat dan pihak Israel.
Fenomena ini mencerminkan adanya keretakan moral yang serius di dalam struktur organisasi militer yang sedang bertugas di lapangan.
Banyak anggota militer aktif maupun pasukan cadangan mengeluhkan kondisi keamanan mereka yang semakin rentan di zona konflik yang panas.
Mereka dilaporkan mengalami tingkat stres yang luar biasa tinggi akibat tekanan psikologis yang datang secara bertubi-tubi setiap hari.
Rasa frustrasi yang mendalam membuat beberapa di antara mereka mulai berpikir serius untuk mengakhiri masa pengabdian di dunia militer.
Kondisi mental para prajurit ini menjadi sorotan utama bagi organisasi hak asasi manusia yang mendampingi personel keamanan negara tersebut.
Baca Juga: Dunia Hadapi Krisis Energi Global! Direktur IEA Sebut Lebih Parah dari Krisis Minyak 1970
Narasi yang berkembang di barak militer menunjukkan adanya penolakan terselubung terhadap kebijakan luar negeri pemerintah yang dianggap merugikan.
"Saya mendengar dari mulut para anggota militer kata-kata, 'Kami tidak ingin mati untuk Israel — kami tidak ingin menjadi pion-pion politik,'" kata seorang pasukan cadangan dan mentor prajurit muda seperti dikutip dalam laporan tersebut.
Informasi mengenai merosotnya mentalitas tempur ini juga dikonfirmasi oleh anggota pasukan cadangan lain yang terus memantau situasi rekan mereka.
Kecenderungan untuk mempertanyakan tujuan perang semakin kuat di kalangan prajurit yang berada di garis depan maupun pendukung.
Publikasi tersebut memberikan penekanan bahwa ketidakpuasan massal ini dapat mengancam keberhasilan seluruh operasi Washington di kawasan Timur Tengah.
Moral yang rendah dianggap sebagai faktor krusial yang dapat menggagalkan strategi militer jangka panjang yang telah disusun pemerintah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan