- Sekitar 2.000 marinir AS dari 11th Marine Expeditionary Unit dikerahkan ke Timur Tengah.
- Pengerahan mendadak ini terjadi di Camp Pendleton, California, akibat eskalasi konflik dengan Iran.
- Marinir diberangkatkan menggunakan kapal USS Boxer sebagai upaya penguatan kehadiran militer Amerika Serikat.
Suara.com - Suasana haru menyelimuti keluarga militer di California saat ribuan marinir Amerika Serikat dikerahkan ke Timur Tengah di tengah eskalasi konflik dengan Iran.
Perpisahan penuh air mata terjadi di Camp Pendleton, dekat Oceanside.
Dilansir dari NY Post, sekitar 2.000 personel dari 11th Marine Expeditionary Unit diberangkatkan lebih cepat dari jadwal.
Para marinir AS itu menaiki kapal serbu amfibi USS Boxer (LHD-4) sebagai bagian dari penguatan militer AS di kawasan.
“Setiap kali saya mengucapkan selamat tinggal, Anda tidak pernah tahu apakah itu yang terakhir,” ujar Danielle Franco dengan suara bergetar.
Danielle mengungkapkan kecemasan mendalam atas kepergian saudaranya ke zona konflik.
Pengerahan pasukan ini mencerminkan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Pejabat militer menyebut situasi berkembang sangat cepat, sehingga pergerakan pasukan dari Pantai Barat dipercepat.
Di pelabuhan San Diego dan sekitarnya, keluarga berkumpul, berpelukan, dan mencoba tegar menghadapi ketidakpastian.
Baca Juga: Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran
“Ini bukan sekadar berita, ini hidup kami,” kata seorang anggota keluarga yang enggan disebutkan namanya.
Sejumlah fasilitas militer di California kini memainkan peran penting dalam operasi AS.
Basis seperti Camp Pendleton menjadi pusat pengiriman personel dan logistik untuk mendukung misi di luar negeri.
Sementara itu, seorang veteran, Rob Reynolds, mengungkapkan kemarahannya terhadap konflik yang kembali memanas.
“Saya punya banyak kemarahan terhadap rezim Iran karena mereka mengirim IED, dan saya kehilangan beberapa teman karena itu,” katanya.
Bagi keluarga yang ditinggalkan, perang bukan hanya soal strategi dan geopolitik. Ini tentang jarak, kecemasan, dan harapan agar orang yang mereka cintai bisa kembali dengan selamat.
Kontributor: Azka Putra
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi