-
Hizbullah meluncurkan serangan roket ke Israel Utara yang menewaskan satu warga sipil di kendaraan.
-
Korban jiwa di Misgav Am merupakan yang pertama sejak perang melawan Iran dimulai.
-
Konflik ini telah mengakibatkan seribu kematian dan satu juta pengungsi di wilayah Lebanon.
“Kami tiba di lokasi kejadian dan melihat dua kendaraan terbakar," kata petugas layanan medis darurat Magen David Adom Israel.
Identitas korban hingga saat ini masih dalam proses verifikasi lebih lanjut oleh pihak kepolisian setempat.
Serangan balasan ini muncul bertepatan dengan kebijakan agresif militer Israel di perbatasan Lebanon Selatan.
Pemerintah Israel diketahui baru saja mengirimkan tambahan unit tempur untuk memperkuat posisi di garis depan.
Langkah ini diambil guna mendukung kelangsungan operasi invasi darat yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.
Persaingan senjata antara kedua belah pihak kini melibatkan teknologi rudal dan taktik perang gerilya.
Dunia internasional terus memantau pergerakan pasukan yang semakin masif di wilayah perbatasan yang sensitif.
Konflik bersenjata antara Hizbullah dan Israel telah memakan ongkos kemanusiaan yang sangat luar biasa besar.
Data terbaru menunjukkan bahwa angka kematian telah melampaui seribu jiwa sejak peperangan ini meletus kembali.
Baca Juga: Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?
Kondisi sosiopolitik di wilayah Lebanon juga semakin tidak menentu akibat tekanan militer yang terus meningkat.
Sekitar satu juta warga sipil terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka demi mencari perlindungan yang aman.
Eskalasi ini diprediksi akan terus memburuk jika tidak ada upaya diplomasi yang kuat dari pihak global.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka