News / Internasional
Selasa, 24 Maret 2026 | 10:22 WIB
Ilustrasi pemanasan global yang memicu krisis iklim. (Freepik/freepik)

Senada dengan hal tersebut, professor Daniel Schrag dari Universitas Harvard menyoroti sulitnya mengoreksi data dari pengaruh El Niño secara akurat karena setiap kejadiannya memiliki karakteristik unik. “Mereka telah mengoreksi El Niño, tetapi itu hampir mustahil dilakukan, karena setiap El Niño berbeda,” jelasnya.

Ia juga mencatat bahwa model iklim jarang menangkap Osilasi Dekadal Pasifik, yaitu pergeseran suhu laut dalam siklus 20 hingga 30 tahun. Tanpa memperhitungkan faktor-faktor ini, sulit untuk memastikan apakah sinyal pemanasan yang terlihat benar-benar merupakan percepatan atau hanya variabilitas alami yang tumpang tindih.

Penulis: Vicka Rumanti

Load More