Rusia memperingatkan Amerika Serikat bahwa serangan di PLTN Bushehr Iran sangat membahayakan dunia.
Iran mengancam akan menghancurkan infrastruktur energi negara sekutu AS sebagai bentuk aksi balasan.
Konflik bersenjata antara AS Israel dan Iran kini mulai menyasar fasilitas gas terbesar dunia.
Suara.com - Ketegangan geopolitik perang Amerika Serikat - Israel vs Iran di Timur Tengah mencapai titik didih baru yang memicu kekhawatiran masyarakat internasional belakangan ini.
Moskow secara resmi melayangkan peringatan keras kepada Washington mengenai aktivitas militer di sekitar instalasi nuklir Iran.
Pemerintah Rusia melihat adanya risiko besar yang mengintai keamanan global akibat provokasi bersenjata di wilayah sensitif tersebut.
Dmitry Peskov selaku juru bicara Kremlin mengonfirmasi bahwa pesan keberatan ini telah disampaikan secara terbuka kepada Amerika Serikat.
Langkah ini diambil guna mencegah terjadinya eskalasi yang bisa berujung pada kerusakan lingkungan dan kemanusiaan permanen.
"Serangan seperti itu sangat berbahaya dan bisa menimbulkan konsekuensi yang tidak dapat diperbaiki," kata Peskov, Senin (23/3), seperti dilansir Reuters.
Pernyataan tegas ini merupakan respons atas laporan adanya proyektil yang jatuh di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir PLTN Bushehr.
Peristiwa mencekam tersebut dilaporkan terjadi pada Selasa malam di area yang menjadi jantung energi atom Teheran.
Pusat Diplomasi Publik Organisasi Energi Atom Iran memberikan keterangan bahwa insiden berlangsung sekitar pukul tujuh malam waktu setempat.
Baca Juga: Roket Bombardir Israel, Unit Khusus ZAKA 360 Konfirmasi Ada Zionis Tewas
Beruntung, laporan teknis menunjukkan bahwa hantaman tersebut tidak sampai merusak struktur vital pada pembangkit listrik tersebut.
Otoritas terkait memastikan bahwa seluruh sistem operasional di PLTN Bushehr masih berfungsi dengan normal tanpa kendala.
Tidak ada laporan mengenai jatuhnya korban jiwa maupun personel yang mengalami luka-luka akibat ledakan proyektil tersebut.
Informasi mendetail mengenai kejadian ini juga telah diteruskan kepada Badan Energi Atom Internasional sebagai prosedur standar.
Meskipun demikian, pihak Teheran mengutuk keras aksi tersebut dan menganggapnya sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.
Mereka memberikan peringatan bahwa dampak dari gangguan fasilitas nuklir tidak hanya akan dirasakan oleh Iran saja.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bantargebang Terancam Overload, Warga Jakarta Wajib Pilah Sampah dari Rumah Mulai Besok
-
Penggerebekan Besar di Hayam Wuruk, Polda Metro Jaya Bongkar Jaringan Judi Online Internasional
-
Pecah! Prabowo Joget Tabola Bale Bareng Warga Miangas Usai Hadiri KTT ASEAN
-
Brimob Bersenjata Lengkap Kepung Hayam Wuruk: Markas Judi Online Jaringan Internasional Terendus
-
Cegah Tawuran, Kolong Flyover Pasar Rebo Disulap Jadi Sasana Tinju dan Skate Park
-
Mau Ditinjau Prabowo Hari Ini, Beginilah Fasilitas Kampung Nelayan Leato Selatan di Gorontalo
-
Usai Hadiri KTT ASEAN, Prabowo Langsung Kunjungi Pulau Miangas di Perbatasan RI - Filipina
-
Menlu Ungkap Isu Utama yang Dibahas Prabowo dan Pemimpin ASEAN di KTT ke-48
-
Polri Lakukan Mutasi Besar-besaran, 108 Pati dan Pamen Alami Rotasi Jabatan
-
Hantavirus Ternyata Sudah Muncul di Indonesia, 23 Kasus Terdeteksi dalam Dua Tahun Terakhir