Rusia memperingatkan Amerika Serikat bahwa serangan di PLTN Bushehr Iran sangat membahayakan dunia.
Iran mengancam akan menghancurkan infrastruktur energi negara sekutu AS sebagai bentuk aksi balasan.
Konflik bersenjata antara AS Israel dan Iran kini mulai menyasar fasilitas gas terbesar dunia.
Gangguan pada situs atom berpotensi menyebarkan dampak buruk ke seluruh negara di wilayah Teluk secara luas.
Situasi makin memanas setelah Amerika Serikat dan Israel diketahui melakukan operasi militer di sektor energi lainnya.
Fasilitas gas South Pars yang menjadi aset ekonomi krusial Iran menjadi sasaran serangan pada pertengahan pekan lalu.
Perlu diketahui bahwa South Pars merupakan cadangan gas alam terbesar di dunia yang menghidupi mayoritas kebutuhan domestik.
Ladang gas ini dikelola secara bersama oleh pihak Iran dan raksasa energi Qatar sejak puluhan tahun lalu.
Hantaman roket tersebut memicu kemarahan besar dari Korps Garda Revolusi Islam atau dikenal sebagai IRGC.
Garda Revolusi menegaskan siap melakukan tindakan balasan yang jauh lebih menghancurkan jika sektor energi mereka kembali diganggu.
Target balasan mereka tidak main-main karena mencakup seluruh infrastruktur minyak dan gas milik sekutu Amerika Serikat.
Negara-negara seperti Qatar, Arab Saudi, hingga Uni Emirat Arab kini berada dalam bayang-bayang ancaman militer Teheran.
Baca Juga: Roket Bombardir Israel, Unit Khusus ZAKA 360 Konfirmasi Ada Zionis Tewas
Eskalasi nyata terjadi ketika rudal Iran menghantam fasilitas gas Ras Laffan di Qatar hingga menyebabkan kerusakan masif.
Tindakan ini langsung mendapatkan kecaman hebat dari pemerintah Qatar yang merasa kedaulatan energinya mulai terancam secara langsung.
Pihak Iran berdalih bahwa serangan tersebut merupakan pesan awal atas kesalahan fatal yang dilakukan blok Barat.
"Kami memperingatkan Anda sekali lagi bahwa Anda telah melakukan kesalahan besar dengan menyerang infrastruktur energi Republik Islam, dan tanggapannya sedang dilaksanakan," demikian pernyataan yang dimuat oleh media Iran.
Ketegangan ini diprediksi akan terus berlanjut selama kedua belah pihak tidak menurunkan ego militer mereka masing-masing.
Teheran menutup pernyataan mereka dengan ancaman yang lebih mengerikan terkait masa depan pasokan energi global di kawasan.
Dunia kini menanti langkah diplomasi selanjutnya untuk mencegah kehancuran total di wilayah produsen minyak dunia tersebut.
Rusia tetap pada posisinya meminta Amerika Serikat untuk menahan diri demi menghindari bencana nuklir yang tidak terduga.
Semua mata kini tertuju pada dinamika di Teluk Persia yang kian hari kian menunjukkan tanda-tanda konflik terbuka.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Jejak Sadis Taufik Hidayat: 4 Indekos Jadi Saksi Bisu Yuvita Dibuat Buta hingga Lumpuh
-
Polisi Bongkar Home Industri Narkoba, Kamar Apartemen Disulap Jadi Tempat Produksi
-
Sekap dan Siksa Yuvita Pakai Helm, Sajam hingga Rokok: Taufik Hidayat Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Jokowi Safari Pakai Kemeja PSI, Golkar Santai Tak Khawatir Pemilih Migrasi
-
Jakarta Rangkul Konten Kreator untuk Jembatani Informasi Ibu Kota ke Warga
-
Empat Karyawan di Jaksel Sekap Teman Wanita Gara-gara Urusan Kantor, Begini Kronologinya
-
KPK Endus Aliran Duit Haram di Loket Imigrasi Bali, Biro Jasa Mulai 'Bernyanyi'
-
Kapolda Jabar: Taufik Hidayat Sangat Sadis, Harus Dihukum Maksimal 12 Tahun Penjara!
-
Prabowo Hadiri Konvensi Sains, Beri Taklimat di Hadapan 2.600 Akademisi
-
Identik dengan Gajah, Analis Bongkar Alasan Jokowi Pilih Lampung Jadi Target Safari Politik