News / Internasional
Selasa, 24 Maret 2026 | 11:02 WIB
PLTN Bushehr (Antara)
Baca 10 detik

Rusia memperingatkan Amerika Serikat bahwa serangan di PLTN Bushehr Iran sangat membahayakan dunia.

Iran mengancam akan menghancurkan infrastruktur energi negara sekutu AS sebagai bentuk aksi balasan.

Konflik bersenjata antara AS Israel dan Iran kini mulai menyasar fasilitas gas terbesar dunia.

Gangguan pada situs atom berpotensi menyebarkan dampak buruk ke seluruh negara di wilayah Teluk secara luas.

Situasi makin memanas setelah Amerika Serikat dan Israel diketahui melakukan operasi militer di sektor energi lainnya.

Fasilitas gas South Pars yang menjadi aset ekonomi krusial Iran menjadi sasaran serangan pada pertengahan pekan lalu.

Perlu diketahui bahwa South Pars merupakan cadangan gas alam terbesar di dunia yang menghidupi mayoritas kebutuhan domestik.

Ladang gas ini dikelola secara bersama oleh pihak Iran dan raksasa energi Qatar sejak puluhan tahun lalu.

Hantaman roket tersebut memicu kemarahan besar dari Korps Garda Revolusi Islam atau dikenal sebagai IRGC.

Garda Revolusi menegaskan siap melakukan tindakan balasan yang jauh lebih menghancurkan jika sektor energi mereka kembali diganggu.

Target balasan mereka tidak main-main karena mencakup seluruh infrastruktur minyak dan gas milik sekutu Amerika Serikat.

Negara-negara seperti Qatar, Arab Saudi, hingga Uni Emirat Arab kini berada dalam bayang-bayang ancaman militer Teheran.

Baca Juga: Roket Bombardir Israel, Unit Khusus ZAKA 360 Konfirmasi Ada Zionis Tewas

Eskalasi nyata terjadi ketika rudal Iran menghantam fasilitas gas Ras Laffan di Qatar hingga menyebabkan kerusakan masif.

Tindakan ini langsung mendapatkan kecaman hebat dari pemerintah Qatar yang merasa kedaulatan energinya mulai terancam secara langsung.

Pihak Iran berdalih bahwa serangan tersebut merupakan pesan awal atas kesalahan fatal yang dilakukan blok Barat.

"Kami memperingatkan Anda sekali lagi bahwa Anda telah melakukan kesalahan besar dengan menyerang infrastruktur energi Republik Islam, dan tanggapannya sedang dilaksanakan," demikian pernyataan yang dimuat oleh media Iran.

Ketegangan ini diprediksi akan terus berlanjut selama kedua belah pihak tidak menurunkan ego militer mereka masing-masing.

Teheran menutup pernyataan mereka dengan ancaman yang lebih mengerikan terkait masa depan pasokan energi global di kawasan.

Load More