- Rudal balistik Iran berhasil menghantam kota Dimona dan Arad, lokasi fasilitas penelitian nuklir utama Israel yang dijaga sangat ketat.
- Militer Israel mengakui kegagalan sistem pertahanan udara mereka dalam mencegat rudal yang memiliki kemampuan manuver tinggi tersebut.
- Israel kini dilaporkan mengalami krisis amunisi pencegat canggih seperti Arrow 3 dan terpaksa meminta bantuan tambahan dari Amerika Serikat.
Spekulasi pun bermunculan bahwa militer Israel kini sedang menghemat sistem pencegat mereka yang paling canggih dan mahal.
Laporan media lokal menyebutkan bahwa sistem pertahanan canggih Arrow 3 kemungkinan besar tidak digunakan saat serangan di Dimona dan Arad terjadi.
Kekhawatiran mengenai ketersediaan amunisi pencegat ini semakin nyata di tengah konflik yang terus berkecamuk.
"Ini bukanlah tong tanpa dasar," tegas Ran Kochav.
"Ketika kita mencegat, kita juga harus memikirkan pertempuran di hari berikutnya," ujar Ran Kochav menambahkan.
Para pejabat pertahanan Israel bahkan dilaporkan telah mendekati Amerika Serikat untuk meminta tambahan amunisi pencegat.
Untuk menyiasati keterbatasan tersebut, Israel kini mulai lebih mengandalkan sistem lapis bawah seperti Iron Dome dan David’s Sling.
Padahal, kedua sistem tersebut sebenarnya tidak dioptimalkan untuk menghadapi ancaman rudal balistik tingkat tinggi dari Iran.
Peneliti senior di Institut Studi Keamanan Nasional Israel, Yehoshua Kalisky, menjelaskan betapa rumitnya proses intersepsi tersebut.
Baca Juga: Perisai Davids Sling Israel Gagal Tangkis Rudal Kiamat Iran, 2 Kota Zionis Hancur Lebur
"Itu sangat sulit — seperti dua peluru yang bertemu," jelas Yehoshua Kalisky.
Ia juga menambahkan bahwa beberapa rudal Iran memiliki kemampuan bermanuver di tengah penerbangan yang semakin mempersulit upaya pencegatan.
Dampak dari serangan rudal di Dimona dan Arad ini menyebabkan sekitar 175 warga Israel terluka, dengan 10 di antaranya dalam kondisi serius.
Beruntung, banyak korban jiwa yang berhasil dihindari berkat penggunaan tempat perlindungan bom yang tersebar luas.
Kengerian serangan tersebut digambarkan secara dramatis oleh salah seorang penduduk yang berada di lokasi kejadian.
"Rasanya seperti badai yang bercampur dengan gempa bumi," kata seorang penduduk kepada The New York Times.
Berita Terkait
-
Kiamat Sudah Dekat Kalau Amerika Nekat Buka Paksa Selat Hormuz Iran
-
Siasat Licin Iran Perpanjang Napas Perang Usai Mojtaba Khamenei Menghilang
-
Baru Ancam Lebanon, Presiden Israel Kocar-kacir Dihantam Rudal
-
Waduh! Siap-siap Ledakan Besar Pusat Tenaga Nuklir Jika AS Serang PLTN Bushehr Iran
-
Panik Diserang Balik Iran, Israel Tiba-tiba Ingat HAM dan Minta Tolong Dunia
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'
-
Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah