- Rudal balistik Iran berhasil menghantam kota Dimona dan Arad, lokasi fasilitas penelitian nuklir utama Israel yang dijaga sangat ketat.
- Militer Israel mengakui kegagalan sistem pertahanan udara mereka dalam mencegat rudal yang memiliki kemampuan manuver tinggi tersebut.
- Israel kini dilaporkan mengalami krisis amunisi pencegat canggih seperti Arrow 3 dan terpaksa meminta bantuan tambahan dari Amerika Serikat.
Suara.com - Rudal balistik Iran dilaporkan berhasil menembus salah satu wilayah dengan penjagaan paling ketat di Israel.
Serangan mengejutkan tersebut menghantam kawasan pemukiman di kota Dimona dan kota Arad pada hari Sabtu (21/3/2026) pekan lalu.
Kota Dimona sendiri dikenal luas sebagai lokasi fasilitas penelitian nuklir utama milik Israel yang berada di gurun Naqab.
Keberhasilan rudal balistik Iran ini sontak menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas dan keberlanjutan sistem pertahanan udara Israel.
Berdasarkan laporan investigasi The New York Times, pemandangan kehancuran di lokasi jatuhnya rudal sukses membuat warga Israel terguncang.
Pihak militer Israel pun secara terbuka mengakui bahwa mereka telah berusaha mencegat rudal tersebut namun berujung pada kegagalan.
Insiden kegagalan intersepsi ini terjadi dalam selang waktu beberapa jam yang mengindikasikan adanya kerusakan sistem secara terpisah.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak memberikan penjelasan rinci mengenai kegagalan tersebut saat mengunjungi lokasi jatuhnya rudal.
Alih-alih memberi jawaban pasti, Benjamin Netanyahu hanya memberikan peringatan tegas kepada warganya.
Baca Juga: Perisai Davids Sling Israel Gagal Tangkis Rudal Kiamat Iran, 2 Kota Zionis Hancur Lebur
"Jangan berpuas diri," kata Benjamin Netanyahu.
Kelemahan sistem pertahanan udara yang selama ini dibanggakan sebagai salah satu yang tercanggih di dunia akhirnya diakui oleh tokoh militer Israel.
Mantan komandan pasukan pertahanan udara dan rudal Israel, Ran Kochav, membenarkan adanya kegagalan operasional dalam insiden tersebut.
"Dimona dilindungi dengan sistem pertahanan berlapis — Israel dan Amerika, tetapi tidak ada yang sempurna," ungkap Ran Kochav.
"Terdapat sebuah kegagalan operasional," tambah Ran Kochav.
Juru bicara militer Effie Defrin juga menekankan bahwa kedua insiden kegagalan tersebut tidak saling berkaitan satu sama lain.
Berita Terkait
-
Kiamat Sudah Dekat Kalau Amerika Nekat Buka Paksa Selat Hormuz Iran
-
Siasat Licin Iran Perpanjang Napas Perang Usai Mojtaba Khamenei Menghilang
-
Baru Ancam Lebanon, Presiden Israel Kocar-kacir Dihantam Rudal
-
Waduh! Siap-siap Ledakan Besar Pusat Tenaga Nuklir Jika AS Serang PLTN Bushehr Iran
-
Panik Diserang Balik Iran, Israel Tiba-tiba Ingat HAM dan Minta Tolong Dunia
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz
-
Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan
-
Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup
-
Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung
-
Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa
-
1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil
-
Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung
-
Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
-
Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah
-
Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang