News / Nasional
Selasa, 24 Maret 2026 | 16:35 WIB
Pesepeda masuk Tol Yogyakarta-Solo segmen Prambanan-Purwomartani, Selasa (24/3/2026). (Suara.com/Hiskia)
Baca 10 detik
  • Seorang lansia bernama Subagyo (62) diberhentikan petugas saat mengayuh sepeda di Tol Yogyakarta-Solo segmen Prambanan-Purwomartani.
  • Subagyo mengaku tidak menyadari melintasi jalan tol karena kebingungan akibat perubahan struktur jalan pasca pembangunan.
  • Tujuan perjalanan Subagyo dengan sepeda adalah menuju rumah adiknya di Siman, Ponorogo, Jawa Timur.

Suara.com - Seorang pria lansia diberhentikan petugas saat tengah mengayuh sepedanya di dalam jalur bebas hambatan Tol Yogyakarta-Solo segmen Prambanan-Purwomartani. 

Pria bernama Subagyo (62) tersebut terpaksa diberhentikan oleh petugas keamanan sebelum dirinya berhasil mencapai Gerbang Tol (GT) Purwomartani. 

Awalnya ia berada di sisi selatan jalan, kemudian petugas membantu untuk menyebrangkan ke sisi utara untuk keluar. Supaya bisa melanjutkan perjalanan melalui jalur arteri yang semestinya.

Ditemui setelah keluar dari jalan tol, Subagyo mengaku tidak menyadari bahwa jalur yang ia lewati merupakan jalan tol yang tertutup untuk kendaraan roda dua.

"Mboten ngertos. Dalane nembe dibangun, bingung (tidak tahu, jalannya baru dibangun, bingung)," kata Subagyo saat ditanya wartawan, Selasa (24/3/2026).

Pria tersebut tak menampik bahwa adanya perubahan struktur jalan akibat pembangunan tol membuatnya cukup bingung. 

Apalagi ketika mendapati jalan yang biasa ia lewati kini telah berubah menjadi jalur bebas hambatan. Ia mengira jalur tersebut merupakan jalan umum yang biasa ia lalui pada tahun-tahun sebelumnya sebelum adanya proyek tol.

"Ya bingung, dulu lewat sini, enggak begini (belum ada tol)," ungkapnya.

Subagyo mengaku sudah memulai perjalanannya sejak pagi tadi. Warga Bantul, ini bilang bahwa dirinya sedang dalam perjalanan jauh. 

Baca Juga: Tol Jogja-Solo Ruas Purwomartani-Prambanan Siap Fungsional untuk Mudik 2026, Dibuka 16 Maret

Ia berniat melakukan perjalanan menuju rumah adiknya di Jawa Timur dengan mengandalkan tenaga kayuhan kakinya.

"Mau ke Siman, Ponorogo, sudah biasa (naik sepeda), ya enggak tau (berapa jam) nanti sesampainya, rumah adik," tuturnya.

Load More